Melawan Sanksi Barat, China Mendesak BRICS Mainkan Peran Lebih Besar
Rabu, 12 Juni 2024 - 13:54 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Wang, masalah ekonomi telah timbul seiring dengan sanksi sepihak dan hambatan teknologi, yang disampaikan olehnya pada pertemuan para menteri luar negeri BRICS di Nizhny Novgorod Rusia, tanpa menyebut nama negara manapun.
BRICS yang berisikan Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan telah lama dianggap sebagai kubu perlawanan terhadap dominasi Barat dalam tatanan dunia. Bahkan BRICS terus memperluas pengaruhnya dengan menambah anggota baru setelah Mesir, Uni Emirat Arab, Iran dan Ethiopia bergabung pada awal tahun ini.
Wang mengatakan, BRICS yang diperluas harus membangun blok itu menjadi "mekanisme kerja sama multilateral baru" yang didorong oleh pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang.
Dalam pertemuan dengan menteri luar negeri Brasil, Mauro Vieira di sela-sela pertemuan blok itu, Wang mengatakan, China bersedia bekerja dengan Brasil untuk memungkinkan peran yang lebih besar bagi BRICS dalam tata kelola global dan menjaga kepentingan negara-negara berkembang.
BRICS yang berisikan Brasil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan telah lama dianggap sebagai kubu perlawanan terhadap dominasi Barat dalam tatanan dunia. Bahkan BRICS terus memperluas pengaruhnya dengan menambah anggota baru setelah Mesir, Uni Emirat Arab, Iran dan Ethiopia bergabung pada awal tahun ini.
Wang mengatakan, BRICS yang diperluas harus membangun blok itu menjadi "mekanisme kerja sama multilateral baru" yang didorong oleh pasar negara berkembang dan negara-negara berkembang.
Dalam pertemuan dengan menteri luar negeri Brasil, Mauro Vieira di sela-sela pertemuan blok itu, Wang mengatakan, China bersedia bekerja dengan Brasil untuk memungkinkan peran yang lebih besar bagi BRICS dalam tata kelola global dan menjaga kepentingan negara-negara berkembang.
(akr)
Lihat Juga :