BI Buka Suara Soal Tudingan Cari Untung Jual Uang Khusus Rp75.000
Jum'at, 21 Agustus 2020 - 08:10 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai tudingan mengambil keuntungan dari penerbitan uang rupiah khusus Kemerdekaan ke-75 Indonesia dengan pecahan Rp75.000. Foto/Yorri Farli, SINDO Photo
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) buka suara mengenai tudingan mengambil keuntungan dari penerbitan uang rupiah khusus Kemerdekaan ke-75 Indonesia dengan pecahan Rp75.000. Menurut informasi yang beredar, BI dinilai untung Rp5,6 triliun dengan diterbitkannya uang khusus sebanyak 75 juta lembar.
(Baca Juga: Sri Mulyani: Uang Khusus Rp75.000 Bukan Tambahan Likuiditas )
Direktur Komunikasi BI Onny Widjarnako memastikan, BI dalam mencetak uang tidak pernah berorientasi kepada membuat keuntungan. Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga menekankan, penerbitan uang baru khusus dengan nominal Rp75.000 bukanlah mencetakan uang yang ditujukan untuk beredar bebas di masyarakat dan bukan sebagai tambahan likuiditas pelaksaan penukaran kegiatan ekonomi.
"Seperti layaknya bank sentral lainnya, BI bukan profit making oriented. Utamanya BI lebih melaksanakan amanat dan layanan masyarakat tanpa hitung-hitung dulu di depan untung atau rugi," kata Onny saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (21/8/2020)
Dia melanjutkan, ketika sebuah uang tercetak itu memerlukan biaya yang banyak untuk didistribusikan kepada masyarakat. Selanjutnya, Ia berharap akan masyarakat menyikapi rumor ini tidak sepotong-potong.
(Baca Juga: Sri Mulyani: Uang Khusus Rp75.000 Bukan Tambahan Likuiditas )
Direktur Komunikasi BI Onny Widjarnako memastikan, BI dalam mencetak uang tidak pernah berorientasi kepada membuat keuntungan. Sebelumnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga menekankan, penerbitan uang baru khusus dengan nominal Rp75.000 bukanlah mencetakan uang yang ditujukan untuk beredar bebas di masyarakat dan bukan sebagai tambahan likuiditas pelaksaan penukaran kegiatan ekonomi.
"Seperti layaknya bank sentral lainnya, BI bukan profit making oriented. Utamanya BI lebih melaksanakan amanat dan layanan masyarakat tanpa hitung-hitung dulu di depan untung atau rugi," kata Onny saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (21/8/2020)
Dia melanjutkan, ketika sebuah uang tercetak itu memerlukan biaya yang banyak untuk didistribusikan kepada masyarakat. Selanjutnya, Ia berharap akan masyarakat menyikapi rumor ini tidak sepotong-potong.
Lihat Juga :