Terancam Bangkrut, Ukraina di Ambang Gagal Bayar Utang
Selasa, 18 Juni 2024 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Pemerintah Ukraina mengatakan dalam sebuah pernyataan juga akan melanjutkan pembicaraan dengan para investor lainnya. Negosiasi dengan para pemegang obligasi akan terus berlanjut, Menteri Keuangan Ukraina Sergey Marchenko berharap kesepakatan bisa tercapai pada 1 Agustus.
Menurut menteri ekonomi negara tersebut, negara ini berada dalam keseimbangan yang rapuh karena terbiasa bergantung dengan mitranya. "Restrukturisasi utang yang tepat waktu adalah bagian penting dari dukungan ini. Tentara yang kuat harus didukung oleh ekonomi yang kuat untuk memenangkan perang," kata Marchenko.
Laporan tersebut menyoroti bahwa Ukraina menawarkan untuk menukar utang pemegang obligasi yang ada dengan lima obligasi pemerintah yang jatuh tempo antara tahun 2034 dan 2040, serta apa yang disebut sebagai instrumen utang kontinjensi negara (SCDI) yang terkait dengan pengumpulan pendapatan pajak.
Nilai tersebut akan ditentukan pada 2027 ketika instrumen tersebut berubah menjadi obligasi yang bertepatan dengan berakhirnya program IMF saat ini. Para investor dilaporkan telah meminta instrumen yang akan menghasilkan arus kas yang stabil sejak awal dan obligasi baru ini akan membayar bunga pada tingkat simbolis 1% untuk 18 bulan pertama, naik menjadi 3% untuk tahun 2026 dan 2027 dan kemudian 6% dengan total pembayaran USD700 juta selama program IMF.
Baca Juga: 10 Negara dengan Utang Terbanyak ke IMF, Ukraina Masuk 3 Besar
Menurut menteri ekonomi negara tersebut, negara ini berada dalam keseimbangan yang rapuh karena terbiasa bergantung dengan mitranya. "Restrukturisasi utang yang tepat waktu adalah bagian penting dari dukungan ini. Tentara yang kuat harus didukung oleh ekonomi yang kuat untuk memenangkan perang," kata Marchenko.
Laporan tersebut menyoroti bahwa Ukraina menawarkan untuk menukar utang pemegang obligasi yang ada dengan lima obligasi pemerintah yang jatuh tempo antara tahun 2034 dan 2040, serta apa yang disebut sebagai instrumen utang kontinjensi negara (SCDI) yang terkait dengan pengumpulan pendapatan pajak.
Nilai tersebut akan ditentukan pada 2027 ketika instrumen tersebut berubah menjadi obligasi yang bertepatan dengan berakhirnya program IMF saat ini. Para investor dilaporkan telah meminta instrumen yang akan menghasilkan arus kas yang stabil sejak awal dan obligasi baru ini akan membayar bunga pada tingkat simbolis 1% untuk 18 bulan pertama, naik menjadi 3% untuk tahun 2026 dan 2027 dan kemudian 6% dengan total pembayaran USD700 juta selama program IMF.
Baca Juga: 10 Negara dengan Utang Terbanyak ke IMF, Ukraina Masuk 3 Besar
Lihat Juga :