Jual Bibit Hibrida Bawang Merah, Indonesia Kantongi Royalti Rp5 Miliar

Rabu, 01 Mei 2019 - 03:13 WIB
Jual Bibit Hibrida Bawang...
Jual Bibit Hibrida Bawang Merah, Indonesia Kantongi Royalti Rp5 Miliar
A A A
JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) berhasil mendapatkan royalti sebesar Rp5 miliar dari hasil penjualan benih hibrida bawang merah atau stek sunpatient yang diekspor sejak 2016 lalu. Produk ini merupakan varietas unggulan pacar air karena tahan tekanan panas dan kekeringan (heat and drought).

Selain itu, keuntungan royalti juga tak lepas dari upaya Kementan yang melakukan penandatanganan Nota Kesepahamanan Kerjasama dalam rangkaian pertemuan G20 Meeting of Agricultural Chief Scientist (MACS) bersama perusahaan Jepang Sakata Speed Corporation (SSC).

"Kami menyampaikan apresiasi kepada SSC yang memberi royalti dan pelatihan pengembangan varietas baru kepada para breeder kami di Badan Litbang Pertanian, sehingga kapasitas sumber daya manusia kami meningkat," kata Kepala Badan Litbang Pertanian, Fadjry Djufry di Kantor Pusat Sakata Seed Corporation, Yokohama, Jepang, Selasa (30/4).

Sambung Fadjry menjelaskan bahwa benih yang diekspor Indonesia adalah benih khusus karena memiliki kualitas diatas rata-rata dengan tujuan pasar utama Amerika Serikat. Meski demikian, pengembangan stek sunpatient sedikit terkenda karena minimnya teknologi.

"Kami memang kaya akan sumber daya genetik, bahkan kami memiliki banyak plasma nutfah. Namun pemanfaatannya masih terbatas karena teknologi yang kami punya dan juga pendanaan riset yang ada relatif terbatas. Akan tetapi, kehadiran Sakata dengan teknologi breeding yang dikuasai mengisi kebutuhan riset kami," jelasnya.

Menurutnya sebelum dilakukan riset, masyarakat hanya mengenal impatient sebagai tanaman liar dan tidak mempunyai nilai ekonomi. Namun, sejak Sunpatient memasuki pasar global, permintaan pasar terus msningkat. Terlebih Badan Litbang semakin dikenal di kancah internasional.

"Kami juga memiliki logo pada setiap stek Sunpatient yang ditempel sticker Agro Inovasi. Artinya, mulai sekarang kekayaan sumberdaya genetik itu harus dilindungi. Kita tidak boleh mudah melepas plasma nutfah kepada pihak asing," ujar Fadjry.

Ia menambahkan, kendala lain yang sering dihadapi untuk pengembangan bibit unggul bawang merah adalah terbatasnya tata kelola dan tupoksi Badan Litbang Pertanian. Sebab, Balitbang sejauh ini fokus melakukan produksi untuk menjaga stabilitas pasokan di pasar dalam negeri.

"Tapi kami sepaham bahwa sumberdaya genetik harus dilindungi dan dilestarikan keberadaannya. Namun penggunaan dengan tujuan memenuhi kebutuhan hajat hidup masyarakat harus menjadi pertimbangan," ungkapnya.

Sementara itu, President Sakata Seed Corporation, Hiroshi Sakata menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber alam yang melimpah, yang harus dikelola dengan baik untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. "Kalau saya perhatikan ada dua komoditas sayuran penting di Indonesia yaitu cabe dan bawang merah. Namun bawang merahlah yang sulit untuk diperbanyak secara massal," jelas dia.

Hiroshi pun mengungkapkan adanya tawaran teknologi gen editing yang dikuasai Sakata. Teknologi ini mampu menghasilkan benih hibrida dalam kuantitas yang besar. "Sakata siap bekerja sama untuk itu. Sesuai dengan Nota Kesepahaman, perbenihan komoditas hortikultura yang lebih luas tidak terbatas pada impatient," jelasnya.

Sakata sendiri dikenal sebagai perusahaan benih hibrida yang sudah merambah pasar dunia. Teknologi benih Sakata telah menghasilkan benih varietas hortikultura yang tersebar di seluruh benua. Sementara itu, benih bawang merah Indonesia saat ini telah dikembangkan sebagai True Shallot Seed (TSS). Namun, produksi TSS memerlukan lokasi dengan ketinggian tertentu untuk menarik kedatangan pollinator yang membantu penyerbukan bawang merah.

Karena itu, produktivitas benih jenis TSS masih rendah. Tapi disisi lain, konsumsi bawang merah Indonesia relatif tinggi, sehingga memerlukan pasokan yang kontinyu untuk konsumsi pangan dan pemenuhan bahan baku industri pangan domestik.

Adapun melalui kerjasama ini diharapkan bibit Indonesia semakin dikenal luas di pasar dunia. Untuk itu, Kepala Badan Litbang Pertanian akan menindaklanjuti hal tersebut dan menunjuk Kepala balai Penelitian Tanaman Sayuran sebagai mitra wicara rencana kerjasama pengembangan benih bawang merah hibrida dengan SSC. Kerjasama ini juga diharapkan mampu menghasilkan patent, lisensi dan invensi teknologi terapan yang lain.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Barantan Kementan Tahan...
Barantan Kementan Tahan 36 Ton Bawang Merah Impor Ilegal
Stok Bawang Merah Dijamin...
Stok Bawang Merah Dijamin Aman, Kementan Kawal Distribusi
Mentan Pastikan Produksi...
Mentan Pastikan Produksi Bawang Merah Melimpah
Petani Food Estate Hortikultura...
Petani Food Estate Hortikultura di Humbahas Mulai Panen
Tingkatkan Produksi...
Tingkatkan Produksi Bawang Merah, GMC Jabar Dorong Inovasi Pertanian
Tanam Bawang di Food...
Tanam Bawang di Food Estate Humbahas Gagal, Komisi IV DPR Bakal Cek Lapangan
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
29 menit yang lalu
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
50 menit yang lalu
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
1 jam yang lalu
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
2 jam yang lalu
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
3 jam yang lalu
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
4 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved