Yuan Akan Gantikan Dolar dalam Perdagangan Utama Rusia untuk Selamanya

Minggu, 23 Juni 2024 - 10:22 WIB
loading...
A A A
Hal ini menurutnya akan menyebabkan orang beralih ke ke pasar antarbank dan pasar over-the-counter yang mahal. Dan mengingat semakin rumitnya sanksi terhadap para dealer ini, hal ini dapat menciptakan nilai tukar rubel yang berbeda-beda.

Secara keseluruhan, hal ini kemungkinan akan memperburuk volatilitas rubel, dan membuat penggunaannya dalam perdagangan luar negeri menjadi lebih rumit. Sebaliknya, kata Prokopenko, mata uang yang lebih stabil akan mendapatkan keuntungan.

"Sanksi baru ini mengubah yuan menjadi mata uang utama perdagangan pertukaran dan penyelesaian di Rusia untuk selamanya," dia memprediksi. "Pada bulan Mei, pangsa pasarnya di perdagangan bursa sekali lagi mencapai rekor baru, mencapai 53,6%. Pangsanya di pasar over-the-counter adalah 39,2%."

Meskipun pembatasan baru AS mengancam sanksi sekunder terhadap lembaga-lembaga asing yang memfasilitasi hubungan keuangan dengan Rusia, hal ini kemungkinan tidak akan menghapus perdagangan yuan, tambah Prokopenko.

Baca Juga: Putin Peringatkan NATO Bergerak ke Asia, Rusia Wajib Merespons
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Rekomendasi
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
Mengapa Waktu Seolah...
Mengapa Waktu Seolah Melambat ketika Bahaya Datang?
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved