Yuan Akan Gantikan Dolar dalam Perdagangan Utama Rusia untuk Selamanya

Minggu, 23 Juni 2024 - 10:22 WIB
loading...
Yuan Akan Gantikan Dolar...
Yuan diprediksi akan menggantikan mata uang Barat dalam perdagangan utama Rusia selamanya. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Sanksi baru yang dikenakan Barat terhadap Rusia dinilai sudah terlambat untuk membawa perubahan besar. Namun, sanksi tersebut justru dinilai akan membantu memperkuat peran yuan China dalam perdagangan utama Rusia dibandingkan mata uang negara-negara Barat.

"Jalan memang masih panjang sebelum ada ancaman nyata terhadap dominasi dolar. Namun tren menuju fragmentasi sistem keuangan global tidak dapat diubah saat ini," ungkap Alexandra Prokopenko, peneliti di Carnegie Russia Eurasia Center, seperti dikutip dari Business Insider, Minggu (23/6/2024).

Komentar tersebut muncul ketika serangkaian sanksi baru AS diumumkan awal bulan ini, yang dimaksudkan untuk memberikan tekanan besar pada sisa keuangan Moskow. Di antara targetnya adalah Bursa Moskow, dan entitas besar lainnya yang memfasilitasi transaksi mata uang.

Baca Juga: Lawan Sanksi Baru AS, Rusia dan China Berhasil Temukan Solusi Pembayaran

Sebagai balasan, Moex telah membatasi pertukaran dolar dan euro, sehingga secara efektif menghentikan sumber utama akses orang Rusia terhadap mata uang Barat. Hal ini tidak berarti bahwa akses terhadap mata uang Barat sepenuhnya terlarang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
4 Dampak Mengerikan...
4 Dampak Mengerikan Serangan Drone Ukraina ke Rusia, Pilihan Putin Makin Sempit
4 Sinyal Putin untuk...
4 Sinyal Putin untuk KTT NATO, Kehancuran Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia
Pesawat Rusia Dekati...
Pesawat Rusia Dekati Kapal Induk Inggris, 2 Jet Tempur Siluman F-35 London Beraksi
Rekomendasi
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
Menhaj Buka Peluang...
Menhaj Buka Peluang BPIH Haji 2027 Turun jika Harga Minyak Dunia Terus Merosot
Risiko Berkendara Jarak...
Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Mobil Listrik Selain Kehabisan Baterai
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
Infografis
AS Siapkan 100 Hari...
AS Siapkan 100 Hari Lagi untuk Damaikan Rusia dan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved