Pesan Tanri Abeng Soal BUMN: Kompetensi Komisaris dan Politisasi Jadi Masalah Krusial
Minggu, 23 Juni 2024 - 16:52 WIB
loading...
Menteri Negara Pendayagunaan BUMN era kabinet Presiden Soeharto, Tanri Abeng memberikan sejumlah pesan perihal perbaikan kinerja perusahaan pelat merah, sebelum dirinya tutup usia pada Minggu (23/6/2024). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Negara Pendayagunaan BUMN era kabinet Presiden Soeharto, Tanri Abeng memberikan sejumlah pesan perihal perbaikan kinerja perusahaan pelat merah, sebelum dirinya tutup usia pada Minggu (23/6/2024). Semasa hidupnya, pengamat ekonomi ini kerap menyampaikan gagasan penting agar pengelolaan bisnis perseroan negara dapat dimaksimalkan pemegang saham.
Salah satu yang disoroti adalah politisasi BUMN .Pada Mei 2020 lalu, Tanri menyebut salah satu kendala utama bagi BUMN ketika perusahaan dipolitisasi oleh oknum-oknum tertentu. Saat itu, dia meminta tak ada politisasi BUMN sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh maksimal.
“Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah optimum kinerjanya," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual LP3ES di Jakarta kala itu.
Baca Juga: Airlangga Sebut Tanri Abeng Sosok Kreatif di Bidang Korporat
Tak berhenti disitu saja, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini juga sering menyoroti persoalan yang melanda BUMN. Dari perkara strategi bisnis, manajemen perusahaan, hingga kompetensi Dewan Komisaris.
Salah satu yang disoroti adalah politisasi BUMN .Pada Mei 2020 lalu, Tanri menyebut salah satu kendala utama bagi BUMN ketika perusahaan dipolitisasi oleh oknum-oknum tertentu. Saat itu, dia meminta tak ada politisasi BUMN sehingga kinerja perseroan dapat tumbuh maksimal.
“Apabila manajemennya diobok-obok. Maka BUMN ini tidak akan pernah optimum kinerjanya," ujarnya dalam sebuah diskusi virtual LP3ES di Jakarta kala itu.
Baca Juga: Airlangga Sebut Tanri Abeng Sosok Kreatif di Bidang Korporat
Tak berhenti disitu saja, mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) ini juga sering menyoroti persoalan yang melanda BUMN. Dari perkara strategi bisnis, manajemen perusahaan, hingga kompetensi Dewan Komisaris.
Lihat Juga :