alexametrics

Pemutusan Kontrak Garuda, PT SJL Kargo Siapkan Gugatan ke Pengadilan

loading...
Pemutusan Kontrak Garuda, PT SJL Kargo Siapkan Gugatan ke Pengadilan
Kuasa Hukum PT SJL, Piter Siringoringo (tengah) saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Rabu (8/5/2019). Foto/Ichsan Amin
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan Keagenan Kargo mitra PT Garuda Indonesia Tbk, PT Sumber Jaya Limec Cargo (SJL) menyiapkan gugatan kepada PT Garuda Indonesia ke pengadilan.

Gugatan itu terkait, keputusan pengelola kargo Garuda Indonesia yang memutus sepihak kontrak SJL selaku mitra bisnis sejak 16 tahun silam. Kuasa hukum PT Sumber Jaya Limec Cargo, Piter Siringoringo mengatakan, tidak ada penjelasan atau teguran tertulis, saat dikeluarkannya pemutusan kontrak tersebut oleh pihak Garuda.

"Makanya, karena tidak ada respon balik dari pihak Garuda, kami akan gugat perdata Garuda Indonesia Cq Garuda Kargo ke Pengadilan Negeri Tangerang Minggu depan, terkait pemutusan sepihak yang dilakukan Garuda kepada klien kami," ujarnya di Jakarta, Rabu, (8/5/2019).



Sebagai informasi, pemutusan keagenan sepihak oleh Kargo Garuda dilakukan melalui surat nomor GARUDA/JKTGCA/20049/19 pada 4 Februari 2019 yang ditandatangani oleh Pjs GM Cargo Sales Area Jakarta Raya Anandhito Prakoso.

Adapun SJL merupakan mitra bisnis dibidang keagenan kargo udara yang sudah berjalan selama 15 tahun. Kontribusi SJL ke Kargo Garuda rata-rata 600 ribu ton atau senilai Rp69 miliar per tahun.

Pihak Garuda, yang dikonfirmasi melalui Direktur Kargo garuda, Muhammad Iqbal mengatakan, belum bisa memastikan langkah garuda terhadap adanya gugatan tersebut. Dia mengaku baru mengetahui adanya gugatan yang dilayangkan kepada kargo Garuda. "Saya belum tahu, mungkin kami akan pelajari gugatannya dulu," pungkasnya ketika dihubungi SINDO.

Sebelumnya PT Garuda Indonesia Tbk menyatakan, fokus mengejar pendapatan di sektor kargo sebagai pendoromg pendapatan usaha maskapai dari sumber non penumpang dalam beberapa tahun ke depan.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia, Fuad Rizal mengatakan akan berupaya untuk meningkatkan performa dan kinerja, dengan cara mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan non penumpang. Adapun, hingga akhir 2018, Garuda Grup berhasil membukukan laba bersih sebesar USD5,02 juta. Saat ini Garuda menjadi pemain utama dalam bisnis kargo nasional dibanding maskapai domestik lainnya.
(fjo)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak