UE Ambil Rp24,6 Triliun dari Aset Rusia Bikin Hungaria Geram, Sebut Tak Tahu Malu
Rabu, 26 Juni 2024 - 13:36 WIB
loading...
A
A
A
Hungaria sejauh ini tetap mempertahankan hubungan dengan Moskow daripada negara Uni Eropa lainnya. Itu tidak mengirimankan senjata ke Ukraina dan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban, juga mengkritik anggota Uni Eropa dan NATO karena melakukannya dengan mengatakan, mereka memicu perang.
Pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, awal pekan kemarin, kepala diplomat, Josep Borrell mengatakan, telah mencapai suara bulat atau kesepakatan terkait skema pemanfaatan aset Rusia yang dibekukan karena Hungaria memilih keluar dari keputusan sebelumnya yang mendukung skema tersebut.
"Kami sekarang akan mempercepat, tanpa penyumbatan ini," kata Borrell kepada wartawan setelah pertemuan.
Dia mengatakan 1,4 miliar euro akan tersedia bulan depan dan 1 miliar euro lainnya pada akhir tahun. Dana itu akan digunakan untuk membantu Kiev, dengan mendukung pertahanan udara, memberikann pasokan amunisi dan dukungan untuk industri Ukraina.
Pemerintah Uni Eropa dalam komite bantuan militer mendukung rencana tersebut dan para menteri pada pertemuan Luksemburg juga mendukungnya, kata para diplomat. Namun disebutkan, Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto tidak banyak bicara ketika Borrell menyusun rencana tersebut.
Pada pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa di Luksemburg, awal pekan kemarin, kepala diplomat, Josep Borrell mengatakan, telah mencapai suara bulat atau kesepakatan terkait skema pemanfaatan aset Rusia yang dibekukan karena Hungaria memilih keluar dari keputusan sebelumnya yang mendukung skema tersebut.
"Kami sekarang akan mempercepat, tanpa penyumbatan ini," kata Borrell kepada wartawan setelah pertemuan.
Dia mengatakan 1,4 miliar euro akan tersedia bulan depan dan 1 miliar euro lainnya pada akhir tahun. Dana itu akan digunakan untuk membantu Kiev, dengan mendukung pertahanan udara, memberikann pasokan amunisi dan dukungan untuk industri Ukraina.
Pemerintah Uni Eropa dalam komite bantuan militer mendukung rencana tersebut dan para menteri pada pertemuan Luksemburg juga mendukungnya, kata para diplomat. Namun disebutkan, Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto tidak banyak bicara ketika Borrell menyusun rencana tersebut.
Lihat Juga :