14 Negara dengan Utang Terbanyak ke China, Apa Indonesia Termasuk?

Kamis, 27 Juni 2024 - 12:23 WIB
loading...
A A A
Dengan menyediakan dana pinjaman untuk negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, China mendapatkan imbalan berupa akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mempertahankan ekonominya. Strategi pinjaman ini juga membantu mendorong hubungan geopolitik China dengan negara-negara di kawasan utama.

Dalam situs Worldbank atau Bank Dunia menunjukkan negara-negara berikut memiliki utang paling banyak ke China, dalam mata uang USD.

Daftar 14 Negara dengan Utang Terbanyak ke China

14. Belarus USD3,9 miliar (Rp63,8 triliun)


Belarus menempati posisi ke-14 dalam daftar ini dengan utang sekitar USD3, 9 miliar. China merupakan salah satu pemberi pinjaman internasional teratas ke negara Eropa Timur yang terkurung daratan itu. Belarus mengelola utangnya dengan meningkatkan investasi asing langsung (FDI dari China).

13. Pantai Gading USD3,9 miliar


Cote d'Ivoire atau Pantai Gading adalah salah satu dari beberapa negara Afrika yang paling banyak berutang kepada China. Negara Afrika Barat ini menempati urutan ke-13 dalam daftar dan memiliki utang ke China sekitar USD3,9 miliar. Pantai Gading merupakan negara yang populer dengan resor pantai dan hutan hujannya.

12. Kamboja USD4,0 miliar (Rp65,4 triliun)


Kamboja berutang kepada China sebesar USD4,0 miliar, menempatkannya di peringkat ke-12 dalam daftar. Jumlah ini menyumbang hampir 50% dari total utang luar negeri negara tersebut.

Kamboja juga menjadi bagian dari proyek Belt and Road Initiative (BRI) China, yang bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan kerja sama di antara berbagai negara.

11. Ekuador USD4,1 miliar


Pada tahun 2022, pemerintah Ekuador merestrukturisasi utangnya dengan China, menghasilkan miliaran dolar bantuan bagi negara Amerika Selatan itu hingga 2025. Namun, negara ini masih berutang pinjaman yang cukup besar yakni USD4,1 miliar, menjadikannya menduduki posisi ke-11 dalam daftar negara dengan utang terbesar ke China. Diketahui China telah menjadi mitra keuangan utama Ekuador selama satu dekade terakhir.

10. Nigeria USD4,3 miliar


Utang Nigeria yang sangat besar USD4,3 miliar ke China hanya menyumbang 4% dari total utang publiknya. Namun hal itu cukup untuk menempatkan negara ini sebagai yang ke-10 dengan utang terbanyak ke China. Meski begitu pemerintah Nigeria tidak khawatir terkait ketidakmampuannya dalam membayar utang besarnya ke China.

9. Mesir USD5,2 miliar (Rp85,1 triliun)


Mesir menempati posisi ke-9 dalam daftar ini dengan utang mencapai USD5,2 miliar. Berada di lokasi geografis yang strategis, negara ini menghubungkan Timur Tengah ke Afrika Utara. Selain itu Mesir dan China menandatangani kesepakatan pertukaran utang untuk proyek-proyek pembangunan.

8. Laos USD5,3 miliar


China adalah kreditur terbesar Laos, dengan menyediakan USD5,3 miliar dalam pendanaan untuk menyokong proyek-proyek infrastruktur besar. Utang ini menyumbang hampir setengah dari total utang luar negeri negara itu, menjadikan Laos negara kedelapan dengan utang terbanyak ke China.

7. Zambia USD6,1 miliar


Dengan utang USD6,1 miliar, Zambia menempati posisi ketujuh dalam daftar ini. Zambia menjadi salah satu dari beberapa negara Afrika dengan utang besar ke China, usai sempat gagal bayar lebih dari tiga tahun lalu. Zambia sudah bekerja sama dengan China untuk mengembangkan rencana restrukturisasi utang.

6. Bangladesh USD6,1 miliar

Bangladesh menempati posisi keenam dalam daftar ini dengan utang USD6,1 miliar. Negara ini juga merupakan bagian dari proyek BRI China. Bahkan dengan utang besar ke China, hanya menyumbang sekitar 7% dari total utang luar negeri Bangladesh.

5. Kenya USD6.7 miliar


Kenya masuk lima besar dalam daftar usai berutang ke China mencapai USD6,7 miliar. Meskipun jumlahnya besar, total utang luar negeri Kenya berasal dari pinjaman multilateral, dengan Bank Dunia sebagai kreditor terbesarnya. IMF-Bank Dunia mengklasifikasikan negara itu sebagai negara berisiko tinggi mengalami krisis utang.

4. Ethiopia USD6,8 miliar


Utang Ethiopia senilai USD6,8 miliar ke China menempatkannya di nomor empat dalam daftar ini. Ethiopia diberikan penangguhan pembayaran ke China pada 2023, yang berakhir pada Juli 2024.

3. Sri Lanka USD8.9 miliar


China menjadi kreditor terbesar buat Sri Lanka, dimana belum lama ini memperpanjang pinjaman sekitar USD8,9 miliar ke negara tersebut. Dengan lokasi maritim yang strategis, pakar politik mmeramalkan China mungkin bertujuan untuk mengambil alih pelabuhannya. Investasi China terus mengalir ke Sri Lanka di tengah pembicaraan restrukturisasi utang.

2. Angola USD21.0 miliar


Angola memiliki utang paling banyak ke China di antara negara-negara Afrika, dengan USD21 miliar, menempatkan negara penghasil minyak ini di nomor 2 dalam daftar. S&P memperkirakan bahwa 80% utang ke China adalah pinjaman yang didukung minyak.

1. Pakistan USD26,6 miliar (Rp435,3 triliun dengan Kurs Rp16.368 per USD)


Pakistan menjadi negara yang paling berhutang budi kepada China, dengan utang sebesar USD26,6 miliar. Sebagian besar utang masih harus dibayar untuk mendanai proyek infrastruktur dan energi. Beberapa ahli menunjukkan, bahwa pinjaman diberikan dengan suku bunga komersial, membuat pembayaran sangat mahal bagi Pakistan.

Sebuah studi tahun 2023 oleh AidData mengatakan bahwa 80% pinjaman China diberikan kepada LMIC dalam kondisi kesulitan keuangan. Studi ini menjadi bahan diskusi yang menunjukkan bahwa China terlibat dalam "diplomasi perangkap utang."

Para ahli mengatakan negara-negara yang tidak dapat membayar tidak punya pilihan selain membuat konsesi politik dan strategis ke China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
TikTok soal Kabar PHK...
TikTok soal Kabar PHK 90% Karyawan Tokopedia: Ini Bukan Keputusan Mudah
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
China Tembakkan Rudal...
China Tembakkan Rudal Balistik Antarbenua Berkemampuan Nuklir, 6 Negara Protes
China Hukum Mati Mantan...
China Hukum Mati Mantan Pejabat karena Terima Suap Rp5,8 Triliun
AS Ketar-ketir dengan...
AS Ketar-ketir dengan Senjata Nuklir China usai Kapal Selam Beijing Tembakkan Rudal Antarbenua
Rekomendasi
Tak Hanya Hukum Oknum...
Tak Hanya Hukum Oknum Polisi, Selly DPR Minta Usut Tuntas Penganiayaan Perempuan Cirebon
Comeback Dramatis, Argentina...
Comeback Dramatis, Argentina Lolos ke Perempat Final usai Singkirkan Mesir
Pengamat Militer dan...
Pengamat Militer dan Intelijen: Kunjungan PM India ke Indonesia Fokus pada 5 Pilar Utama
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved