alexametrics

Ini Saran Ekonom Agar Neraca Dagang Bisa Surplus

loading...
Ini Saran Ekonom Agar Neraca Dagang Bisa Surplus
Perluasan pasar ekspor hingga pengaturan barang impor dinilai perlu dilakukan untuk mengatasi defisit neraca perdagangan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa neraca perdagangan Indonesia untuk periode April 2019 defisit sebesar USD2,50 miliar atau sekitar Rp35 triliun. Defisit tersebut merupakan yang terparah sejak 2013 lalu.

Kepala BPS Suhariyanto pun mengatakan bahwa defisit ini perlu segera diperbaiki karena perkembangan neraca perdagangan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Terkait dengan itu, Ekonom Indef Bhima Yudisthira mengatakan, pemerintah harus segera mengatasi defisit tersebut. Sejumlah langkah menurutnya harus diambil guna menghentikan defisit tersebut.



Bhima mengatakan, ada empat langkah yang perlu dilakukan agar neraca perdagangan bisa kembali surplus. Salah satunya adalah memperluas pasar ekspor.

"Perluasan pasar ekspor mutlak dilakukan untuk mendiversifikasi risiko perang dagang," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (16/5/2109).

Sementara langkah kedua, lanjut dia, adalah mengendalikan impor barang konsumsi melalui pengawasan ketat. Selanjutnya, meningkatkan daya saing produk domestik agar dapat berkompetisi dengan produk-produk impor.

Langkah lainnya menurut dia adalah pengaturan porsi barang impor di e-commerce. "Selama ini 97% barang yang ada di e-commerce adalah produk impor," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak