alexametrics

Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi

loading...
Kementan Kembangkan Pertanian Modern Berbasis Korporasi
Usai sukses menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tidak kurang dari 350 ribu unit, kini Kementan mengembangkan pertanian modern berbasis korporasi. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Usai sukses menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tidak kurang dari 350 ribu unit, kini Kementerian Pertanian (Kementan) mengembangkan pertanian modern berbasis korporasi. Adapun kegiatan ini sudah memiliki percontohan di lima lokasi yang telah ditetapkan dalam SK Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Nomor: 07.1/kpts/OT.050/8/01/2019 yaitu di Kabupaten Tuban, Sukoharjo, Konawe Selatan, Barito Kuala, dan Ogan Komering Ilir.

"Saat ini, ditjen PSP juga menggencarkan program pengembangan Pertanian Korporasi berbasis Mekanisasi (PKBM) yang meliputi Penetapan Pembuatan Gudang Alsintan, Legalisasi Struktur Organisasi, Pelatihan Manajemen, dan Aplikasi UPJA Smart Mobile, dan Penetapan Petugas Pendamping Lapangan," ujar Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy di Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Dari ribuan unit alsintan yang disalurkan sepanjang 2019 yakni terdiri dari traktor roda dua, traktor roda empat, pompa air, rice transplanter, cooper, cultivator, exavator, hand sprayer, implemen alat tanam jagung dan alat tanam jagung semi manual. "Alsintan tersebut sudah diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani, UPJA, dan brigade alsintan," sambungnya.



Sementara itu, pada tahun 2015 lalu tercatat alsintan yang telah disalurkan sebanyak 54.083 unit, pada tahun 2016 sebanyak 148.832 unit, serta tahun 2017 sebanyak 82.560 unit dan di 2018 sebanyak 112.525 unit.

"Ditjen PSP juga melakukan Pengembangan Pemanfaatan Lahan Rawa melalui program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi). Kebijakan ini diimplementasikan melalui kegiatan optimasi lahan rawa (lebak/pasang surut) dengan fokus peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP)," ujar Sarwo.

Lebih lanjut Ia mengungkapkan, bahwa program Serasi dilaksanakan dalam rangka peningkatan produktivitas dan pendapatan petani di provinsi Sumsel 220.000 Ha, Kalsel 153.363 Ha, dan Sulsel 33.505 Ha. Selain di provinsi-provinsi tersebut, program Serasi juga dialokasikan di Lampung, Kalteng, Kalbar, dan Riau dengan target 500 ribu Ha tahun ini.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak