5 Mata Uang Terlemah Dunia versi Forbes 2024, Rupiah Ada di Dalamnya

Jum'at, 05 Juli 2024 - 17:17 WIB
loading...
5 Mata Uang Terlemah...
Deretan mata uang terlemah di dunia versi Forbes 2024. FOTO/iStock
A A A
JAKARTA - Banyak orang berpikir mata uang terkuat di dunia dan populer ialah dolar Amerika Serikat (AS) karena paling banyak ditukarkan di dunia. Namun yang mengejutkan dolar AS ternyata bukan mata uang terkuat melainkan Dinar Kuwait (KWD).

Tetapi dapatkah Anda membayangkan sebuah negara di mana uang yang hanya sebesar 2.000 Rupee dapat membuat Anda menjadi jutawan atau uang sebesar 500 Rupee dapat bernilai sekitar satu juta Rupee.

Nilai tukar mata adalah hal yang penting untuk menentukan kesehatan ekonomi suatu negara. Sejumlah faktor dapat mempengaruhi nilai tukar mata uang pada suatu negara, di antaranya tingkat inflasi, resesi, suku bunga, utang pemerintah dan ketidakstabilan politik.

Berikut 10 mata uang terlemah di dunia versi Forbes 2024;

1. Rial Iran (IRR) 1 INR = 504.04 IRR

Rial Iran adalah mata uang termurah di dunia. Penurunan nilainya dapat dijelaskan oleh berbagai faktor. Pertama, berakhirnya Revolusi Islam pada tahun 1979 diikuti oleh penarikan investor asing dari negara ini. Program nuklir dan perang Iran-Irak juga memainkan peran besar, menyebabkan kesulitan keuangan dan kerusuhan politik lainnya di Iran.

2. Dong Vietnam (VND) 1 INR = 301 VND

Negara ini telah lama mengikuti ekonomi terpusat. Meskipun negara ini memulai jalur pembentukan ekonomi pasar, jalan yang harus dilalui masih panjang. Mata uangnya sangat terdevaluasi saat ini, namun ada kemungkinan mata uang ini akan membaik seiring dengan perbaikan ekonomi. Baca Juga: Ledakan Guncang Pabrik Senjata AS yang Memproduksi Hulu Ledak Rudal Javelin

3. Sierra Leonean Leone (SLL) 1 INR = 277 SLL

Sierra Leonean Leone adalah mata uang Afrika yang sangat terpengaruh oleh kemiskinan. Afrika memiliki sejarah skandal keuangan, korupsi, dan konflik termasuk perang saudara yang keji di wilayah Afrika barat.

Semua ini menyebabkan kejatuhan ekonomi negara dan nilai mata uangnya. Infeksi Ebola menambah penderitaan Sierra Leone, dan merupakan faktor konstan yang memengaruhi populasi negara yang semakin menghabiskan bantuan keuangan.

4. Kip Laos (LAK) 1 INR = 256 LAK

Kip Laos atau Laos bukanlah mata uang yang didevaluasi, melainkan mata uang yang memiliki nilai tukar rendah sejak diperkenalkan pada tahun 1952. Selama bertahun-tahun, nilai mata uang ini telah meningkat.

Selain itu, sebuah jalur kereta api direncanakan akan menghubungkan Beijing ke Laos, yang mungkin akan menarik investor ke negara kecil ini. Meskipun ini adalah mata uang termurah, mata uang ini menjanjikan untuk meningkatkan nilainya. Dalam tujuh tahun terakhir, mata uang ini tidak mengalami peningkatan. Baca Juga: Dolar AS dalam Bahaya, 52% Perdagangan China Diselesaikan dengan Yuan

5. Rupiah Indonesia (IDR) 1 INR = Rp191,96

Dalam tujuh tahun terakhir nilai tukar Rupiah tidak mengalami perbaikan. Faktor-faktor yang berkontribusi pada devaluasi Rupiah adalah cadangan devisa yang terus menurun.

Indonesia sangat bergantung pada pasar ekspor dan dengan jatuhnya harga-harga komoditi nilai mata uangnya semakin terdevaluasi.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Akar Pelemahan Rupiah...
Akar Pelemahan Rupiah Dibeberkan Chatib Basri, Kredibilitas Fiskal Jadi Kunci
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
The Changcuters Bakal...
The Changcuters Bakal Naikkan Tarif Manggung Imbas Ekonomi Lesu?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
Masa Penahanan Gus Yaqut...
Masa Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang selama 30 Hari
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Berita Terkini
IHSG Siang Rebound 2,34%...
IHSG Siang Rebound 2,34% ke Level 5.881 Ditopang Saham Teknologi dan Perbankan
Ojol Keluhkan Harga...
Ojol Keluhkan Harga Pertamax Rp16.250 Kemahalan: Biasanya Naik Cuma Seribu, Ini 3 Ribu Lebih
Harga BBM Makin Mahal,...
Harga BBM Makin Mahal, Beban Bisnis Logistik Bakal Tambah Berat
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved