Israel Bakal Punya Mata Uang Digital, Begini Rencana Bank Sentral

Minggu, 14 Juli 2024 - 18:37 WIB
loading...
A A A
Bank sentral Israel telah bereksperimen dengan shekel digital bersama dengan rekan-rekannya di Hong Kong, Swedia dan Norwegia, serta Bank for International Settlements. Mereka telah mengundang fintech dan perusahaan keuangan tradisional untuk berpartisipasi dalam proyeknya, yang dikenal sebagai "Digital Shekel Challenge" untuk menunjukkan kemungkinan soal penggunaannya.

Terlepas dari perencanaan dan ekonomi global yang semakin digital, BOI pada akhirnya mengaku belum dapat memastikan kapan tetapnya bisa meluncurkan shekel digital. Eksperimennya dianggap sebagai "rencana aksi" menjadikan Israel siap ketika bank menilai hal yang tepat, tapi perlu waktu.

Sementara itu Bank Sentral Eropa (ECB) mengutarakan, kemungkinan ini tidak dapat dihindari bahwa euro digital akan diperkenalkan di Eropa. Namun semuanya bergantung pada layanan pembayaran lintas batas dari tempat lain, terutama raksasa AS, Visa dan Mastercard.

"Pertanyaan besarnya adalah apakah masyarakat akan mengadopsi mata uang digital," kata Abir, sembari menambahkan, BOI sedang melakukan studi perilaku tentang masalah ini.

Kemajuan Shekel Digital

"Ada lompatan besar dari beberapa penelitian untuk membujuk orang menggunakannya. Anda harus memiliki serangkaian kasus penggunaan yang bagus," ungkapnya.

Abir menginginkan, mata uang digital akhirnya bisa buat membayar bunga untuk menciptakan persaingan dengan deposito bank dan memberikan insentif bagi masyarakat yang memegangnya.

Sistem perbankan Israel sangat terkonsentrasi, dengan dua bank besar mendominasi lebih dari 60% pasar. "Insentif utama bagi kami adalah menciptakan lapangan bermain yang setara bagi penyedia pembayaran dan memungkinkan mereka bersaing dengan bank," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Rupiah Belum Menjauh...
Rupiah Belum Menjauh dari Level Rp18.068 per USD, Intip 2 Sentimen Penyebabnya
Bank Sentral Global...
Bank Sentral Global Kompak Borong Emas, Hapus Ketergantungan Dolar AS
Bagaimana Kebijakan...
Bagaimana Kebijakan Bank Sentral Berpengaruh terhadap Pasar Mata Uang?
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
RUU Integrasi Militer...
RUU Integrasi Militer AS-Israel Dianggap Ancaman Eksistensial, Anggota Kongres Diseru Menolak
Rekomendasi
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
Lisa BLACKPINK Raup...
Lisa BLACKPINK Raup Nilai Komersial Rp198 Miliar usai Tampil di Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Infografis
Rencana Menteri Israel...
Rencana Menteri Israel untuk Lenyapkan Palestina di Tepi Barat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved