Pengaruh Putin, Tetangga Indonesia Ingin Merdeka dari Dolar AS

Selasa, 16 Juli 2024 - 08:00 WIB
loading...
A A A
Mempertimbangkan serangkaian sanksi terbaru yang diberlakukan AS, dan menggabungkan ide ini dengan ketidakpastian peristiwa global, keputusan ASEAN tidak hanya wajar tetapi juga diperlukan. Mengeksplorasi sistem pembayaran alternatif akan menyelesaikan masalah ini sepenuhnya.

Baca Juga: Yellen Sepakat, Sanksi Barat Bisa Meruntuhkan Dolar AS

Selain itu, transaksi mata uang lokal akan menawarkan penyangga terhadap langkah-langkah serupa, yang dapat meningkatkan perekonomian negara-negara anggota. Dedolarisasi ASEAN sedang berkembang. Pergeseran ini berpotensi melemahkan kekuatan dolar tetapi sejauh mana dampaknya masih harus dilihat.

Namun, pergeseran mata uang Asia Tenggara menghadapi beberapa kendala salah satunya sebagai persyaratan biaya infrastruktur. Terlepas dari itu, keberhasilan dedolarisasi dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi negara-negara anggota dengan meningkatkan integrasi sistem keuangan regional.

Selain itu, dapat memberikan lebih banyak ketahanan terhadap faktor ekonomi luar seperti sanksi AS. Ketika Vietnam dan Indonesia mengeksplorasi alternatif-alternatif selain bergantung pada dolar AS, dinamika ASEAN akan berubah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Rudal-rudal Rusia Hujani...
Rudal-rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina Jelang KTT NATO, 8 Orang Tewas
Trump Telepon Putin...
Trump Telepon Putin pada Hari Kemerdekaan AS selama 1,5 Jam, Ini 5 Topik yang Dirundingkan
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
Rekomendasi
Balogun Diselamatkan...
Balogun Diselamatkan FIFA, Belgia: Ini April Mop?
Kasus Suap Bupati Suhardiman...
Kasus Suap Bupati Suhardiman Amby, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Kuansing
Menhan Israel Ancam...
Menhan Israel Ancam Bunuh Para Pemimpin Iran Pengganti Khamenei
Berita Terkini
Bayar Pajak Kendaraan...
Bayar Pajak Kendaraan Bisa di PRJ 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Isu PHK Massal Karyawan...
Isu PHK Massal Karyawan Bikin Heboh! Dasco Panggil Menaker, TikTok dan Tokopedia
Duo Zou Bersaudara Asal...
Duo Zou Bersaudara Asal China Mendadak Jadi Miliarder Gara-gara Robot Humanoid, Begini Kisahnya
IHSG Sesi I Tergelincir...
IHSG Sesi I Tergelincir ke 5.864, Nilai Transaksi Cetak Rp4,7 Triliun
Ketimpangan Makin Lebar,...
Ketimpangan Makin Lebar, 1,5% Populasi Menguasai hampir 50 Persen Total Kekayaan Dunia
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved