Rusia Bersiap Meluncurkan Mata Uang Digital, Uji Coba Masuk Tahap Akhir

Kamis, 18 Juli 2024 - 12:02 WIB
loading...
Rusia Bersiap Meluncurkan...
Rusia selangkah lagi bakal memiliki Rubel digital, dimana disebutkan oleh Presiden Vladimir Putin bahwa fase uji coba tahap akhir sudah sukses dilakukan. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Rusia selangkah lagi bakal memiliki Rubel digital , dimana disebutkan oleh Presiden Vladimir Putin bahwa fase uji coba tahap akhir sudah sukses dilakukan. Selanjutnya Putin menerangkan, mata uang digital harus sepenuhnya dimasukkan dalam rencana ekonomi Rusia .

Baca Juga: Israel Bakal Punya Mata Uang Digital, Begini Rencana Bank Sentral

Berbicara dalam pertemuan terbaru yang membahas soal tantangan ekonomi, Putin mengatakan peluncuran percontohan mata uang digital telah terbukti berhasil. Ia juga menyakini bahwa proyek tersebut siap untuk implementasi yang lebih luas.

"Peluncuran percontohan platform rubel digital menunjukkan efisiensi dan fungsionalitasnya. Dan sekarang kita perlu mengambil langkah selanjutnya, yaitu bergerak menuju implementasi rubel digital yang lebih luas dan berskala penuh dalam perekonomian, dalam kegiatan bisnis dan di bidang keuangan," ungkap Presiden Putin seperti dilansir RT.

Baca Juga: Gubernur BI Bawa Kabar Terbaru Proyek Rupiah Digital, Intip Detailnya

Ia juga menambahkan, berencana membahas langkah-langkah yang dimaksudkan untuk mempercepat proses ini dengan regulator terkait. Untuk diketahui, gagasan memperkenalkan mata uang digital nasional disampaikan oleh Bank of Russia pada akhir 2020, dan rubel digital secara resmi mulai beroperasi pada 1 Agustus tahun lalu.

Tidak seperti mata uang virtual seperti Bitcoin, rubel digital adalah bentuk elektronik dari mata uang nasional Rusia yang dikeluarkan oleh Bank Sentral dan didukung oleh uang tradisional. Regulator mengatakan, bahwa rubel digital dimaksudkan untuk memudahkan melakukan transfer uang dan pembayaran baik di dalam maupun di luar Rusia, karena tidak akan bergantung pada pembatasan bank seperti komisi dan batas wilayah.

"Pada dasarnya, ini hanyalah bentuk lain dari mata uang nasional kita. Hal istimewa tentang hal ini adalah bahwa warga dan bisnis dapat menggunakan rubel digital, terlepas rekening mereka dari bank mana," kata Putin.

Menurut presiden, 12 bank, 600 individu dan 22 perusahaan perdagangan dan jasa dari 11 kota di seluruh Rusia telah mengambil bagian dalam fase uji coba adopsi mata uang digital. Pada 1 Juli, mereka melakukan lebih dari 27.000 transfer dan lebih dari 7.000 pembayaran untuk barang dan jasa menggunakan rubel digital.

Menurut Bank of Russia, 21 pemberi pinjaman lagi saat ini sedang bersiap untuk bergabung dengan proyek tersebut, yang direncanakan terwujud pada September tahun ini. Regulator juga telah mulai menguji penyelesaian menggunakan rubel digital dengan sejumlah mitra asing Rusia, diungkap oleh deputy chairman Olga Skorobogatova kepada TASS awal bulan ini.

Gubernur bank sentral, Elvira Nabiullina mengutarakan, pada bulan April bahwa adopsi penuh rubel digital untuk penggunaan massal mungkin memakan waktu 5 hingga 7 tahun. "Ini akan menjadi proses alami karena pilihan orang dan bisnis sangat mendasar: hal ini harus nyaman bagi mereka," katanya kepada kantor berita RIA Novosti.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Rekomendasi
Indonesia-Singapura...
Indonesia-Singapura Teken MoU Jaga Lingkungan Hidup
Pangkormar Pimpin Sertijab...
Pangkormar Pimpin Sertijab 7 Jabatan Strategis, Danbrigif 4 Mar/BS hingga Dandenjaka
Korut Tuding Jepang...
Korut Tuding Jepang Berubah Jadi Negara Perang, Apa Pemicunya?
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
Rusia Peringatkan Jangan...
Rusia Peringatkan Jangan Uji Kesabarannya untuk Gunakan Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved