Ini Alasan BRICS Plus 'Ditakuti' NATO dan G7

Jum'at, 19 Juli 2024 - 10:23 WIB
loading...
A A A
Melansir dari Asia Sentinel, perdagangan China dengan India meningkat sebesar 15,8 persen dalam dua bulan pertama tahun 2024. Pada 2023, perdagangan bilateral mencapai rekor sebesar USD136,2 miliar.

Baca Juga: ASEAN Gabung BRICS, Investasi Minyak Bisa Tembus Rp1.600 Triliun

BRICS telah mengalahkan G7 dalam hal PDB yang diukur dengan Paritas Daya Beli. Penekanannya pada dedolarisasi juga memiliki daya tarik tersendiri. Meskipun merupakan ide yang sangat ambisius, jika mata uang BRICS menjadi kenyataan, hal ini dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap tatanan global memungkinkan negara-negara anggota untuk mengadopsi posisi yang lebih otonom dibandingkan dengan Barat tanpa takut terkena sanksi dan kehilangan akses ke pusat-pusat keuangan yang didominasi oleh Barat.

Arti penting dari mata uang BRICS bukanlah mata uang ini akan segera membuat dolar AS menjadi tidak relevan. Namun, mata uang ini akan menciptakan sebuah pusat keuangan alternatif yang mampu bersaing dengan sistem keuangan yang dipimpin oleh AS. Meskipun masih jauh dari kenyataan, fakta bahwa AS khawatir akan kehilangan monopoli dan hegemoninya. Langkah dedolarisasi ini yang akan menjadi ketakutan Barat.

Ide mata uang baru sulit untuk mendapatkan daya tarik dengan segera, ide negara-negara BRICS untuk menyelesaikan perdagangan dalam mata uang lokal mereka memiliki daya tariknya sendiri juga sejauh hal ini masih berkontribusi pada dedolarisasi, salah satu alasan utama semakin banyak negara yang antre untuk bergabung.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Dolar AS Mulai Dikepung,...
Dolar AS Mulai Dikepung, Mampukah BRICS Meruntuhkan Dominasi Greenback?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
BRICS Jadi Senjata Terakhir...
BRICS Jadi Senjata Terakhir Indonesia jika Impor 150 Juta Ton Barel Minyak Rusia Batal
Iran Desak BRICS Hancurkan...
Iran Desak BRICS Hancurkan Kekebalan AS, Sinyal Pergeseran Blok Ekonomi ke Aliansi Militer?
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Rekomendasi
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
EJAE Curi Perhatian...
EJAE Curi Perhatian di Pembukaan Piala Dunia 2026, Bawakan Lagu Resmi FIFA dalam Bahasa Korea
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved