Ini Alasan BRICS Plus 'Ditakuti' NATO dan G7

Jum'at, 19 Juli 2024 - 10:23 WIB
loading...
A A A
BRICS Plus menarik keanggotaan dari Eropa/Asia (Rusia), Asia (India dan China), Amerika Latin (Brasil dan Argentina), Timur Tengah (Iran, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi), dan Afrika (Ethiopia). Pandangan global ini memperkuat ambisi China dan Rusia untuk menantang tatanan global yang dipimpin oleh AS dan membangun tatanan dunia baru yang multipolar.

Oleh karena itu, narasi yang muncul dari BRICS Plus sebagian besar bersifat kritis terhadap Barat. Dalam pertemuan virtual pada November 2023, negara-negara BRICS mengecam Barat atas kegagalannya untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza. Namun, meskipun pertemuan itu luar biasa, tidak ada pernyataan bersama atau posisi yang disepakati bersama terkait masalah Israel dan Palestina.

Meskipun beberapa celah telah muncul di antara anggota-anggota G7 sehubungan dengan pertanyaan mengenai pengiriman pasukan NATO ke Ukraina untuk secara langsung memerangi Rusia, masih belum ada celah dalam posisi yang mereka tetapkan untuk melawan Rusia. Konsensus ini diperkuat oleh ketakutan NATO akan Rusia sebagai negara yang bertekad untuk menyerang seluruh Eropa.

BRICS menjadi badan utama yang menyaingi G7 secara ekonomi. Selain keanggotaan enam negara baru, 17 negara lainnya mengajukan permohonan keanggotaan pada tahun 2023. Jika semua negara ini pada akhirnya bergabung dengan BRICS Plus, klub ini akan memiliki populasi hampir 4,2 miliar atau hampir setengah dari populasi global, 60 persen cadangan gas dunia dan PDB hampir dua kali lipat dari PDB Uni Eropa US USD30 triliun.

Meskipun PDB gabungan mereka masih lebih kecil dari G7, yaitu sekitar USD47 triliun, BRICS Plus masih menjadi ruang ekonomi yang tangguh bagi banyak negara terbelakang dan berkembang yang tidak memiliki akses atau suara dalam G7 atau urusan global. Seperti G7, BRICS Plus bukanlah sebuah blok perdagangan, namun beberapa perkembangan terakhir menunjukkan bahwa hal ini mungkin akan berubah menjadi blok perdagangan yang menguasai dunia. Hal ini terutama terlihat dari pendirian bank.

Meskipun perkembangan ini memiliki pengaruh penting dari China, banyak anggota BRICS Plus tidak melihat China sebagai ancaman ekonomi termasuk India. Di samping ketegangan perbatasan India-China, model perdagangan Sino-India, yang memperlakukan perdagangan dan ketegangan geopolitik sebagai dua hal yang sangat terpisah terus memberikan hasil perdagangan yang positif bagi kedua negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Menguak di Balik Lawatan...
Menguak di Balik Lawatan Prabowo 1,5 Tahun, Seskab Teddy: BRICS hingga Investasi Rp2.430 Triliun
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Rekomendasi
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
5 Kebiasaan yang Bikin...
5 Kebiasaan yang Bikin Pencernaan Sehat dan Menurunkan Berat Badan
Berita Terkini
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved