alexametrics

Kopi Robusta MesaStila Berkelana Hingga Swedia

loading...
Kopi Robusta MesaStila Berkelana Hingga Swedia
Pengolahan kopi secara tradisional di MesaStila. Foto/SINDOnews/Inda Susanti
A+ A-
MAGELANG - Harum aroma kopi menyeruak dari dapur pengolahan kopi di area perkebunan kopi dan resor MesaStila di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (11/7/2019). Beberapa pekerja resor tampak melakukan proses roasting biji kopi secara tradisional dengan menggunakan kayu bakar dan menggilingnya secara manual menjadi bubuk kopi kasar. Volumenya berkisar 25 kg per hari.

“Biasanya kami mulai goreng kopi dari jam 08.00 pagi. Tamu resor banyak yang suka dengan coffee candy, biji kopi yang sudah digoreng lalu dimakan bersama gula aren,” kata Miharti, 54, wanita yang sudah 20 tahun lebih bekerja di perkebunan peninggalan Belanda itu.

MesaStila Resort & Spa memang unik karena memadukan akomodasi berkonsep resor dengan perkebunan kopi dan bangunan bersejarah, dimana bangunan pertama sudah berdiri sejak 1928. Tak hanya pemandangan indah delapan gunung dan udara sejuk, kenikmatan kopi robusta MesaStila kesohor di kalangan tamu lokal dan mancanegara.



Untuk menjaga kualitas kopi dari hulu hingga hilir, pengelola resor memiliki divisi khusus yang mengurusi kopi yaitu Landscaping and Plantation Department. Kopi produksi MesaStila ekslusif hanya bisa didapat di lingkungan resor seperti di kamar vila untuk tamu, di restoran, dan di galeri untuk oleh-oleh. Namun, tak sedikit tamu yang ketagihan kopi MesaStila sehingga mereka kerap telpon dan memesan bubuk kopi untuk dikirimkan.

“Intensitas tamu yang pesan kopi lumayan banyak. Kontribusinya sekitar 30% dari total penjualan kopi kami. Tidak cuma tamu lokal tapi juga asing,” ujar Front Office Supervisor MesaStila, Rizal, saat berbincang dengan SINDOnews.

Dia pun menceritakan salah seorang tamu asal Swedia yang kerap memesan bubuk kopi untuk dikirim ke negaranya. “Biasanya mereka pesan sekitar 5 kg kopi bubuk. Tamu asing yang menginap disini kebanyakan dari Eropa,” ungkapnya.

Jelang musim panen raya kopi pada September, pihak resor akan menawarkan paket menginap plus merasakan pengalaman jalan-jalan di kebun kopi, memetik buah kopi, melihat proses pengolahannya, dan menikmati free flow coffee. Adapun untuk paket tur kopi saja tarifnya Rp200.000, termasuk tur kebun kopi, pemandu, coffee bag, coffee candy dan minum kopi.

Sales Manager MesaStila Resort & Spa Laila Purnamasari mengatakan, MesaStila sangat mendukung program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman). Tren saat ini wisman umumnya menuntut pengalaman lebih dari sekedar berwisata. Maka, pengalaman unik seperti halnya tur kebun kopi menjadi andalan MesaStila dalam menarik tamu wisman.

“Dulu kami punya perwakilan di Eropa, ada sales kami yang mempromosikan MesaStila dan membawa wisman Eropa kesini. Pasar Asia juga menjanjikan, termasuk ekspatriat Eropa yang tinggal di Asia seperti Singapura dan Malaysia itu juga jadi target kami,” tuturnya.

Program unggulan lainnya yang terbukti efektif menarik wisman adalah MesaStila Peak Challange yang memasuki tahun ke-9 dan tahun ini bernama MesaStila100. Ajang lari melintasi lima gunung ini menempuh rute 11 km hingga yang terjauh mencapai 100 km dengan waktu tempuh hingga dua hari.

“MesaStila100 akan berlangsung pada 4-6 Oktober 2019. Tahun lalu ajang ini diikuti 406 peserta, 107 diantaranya peserta asing dari 25 negara,” sebut Laila.

MesaStila Peak Challange melengkapi ajang wisata olahraga andalan kabupaten Magelang yaitu Borobudur Marathon yang telah masuk Top-10 dalam 100 Calender of Event (CoE) Pariwisata Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti mengatakan, Magelang punya semua produk pariwisata mulai wisata alam, budaya, hingga buatan. Ditambah akses transportasi dan atraksi yang kian bagus, Guntur menyarankan Magelang menjadi pionir destinasi yang menjual experience tourism dengan menggali story telling pada portofolio bisnis pariwisatanya.

“Saya berpendapat Jawa Tengah khususnya Magelang ini adalah pabriknya story telling. Maka, semua kekuatan dan daya tarik yang ada perlu diorkestrasi dengan melibatkan semua stakeholders. Atas permintaan Wapres Jusuf Kalla, saya dan Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sudah merintis bagaimana membangun story telling Borobubur agar lebih menarik di kalangan milenial,” paparnya.

Tak ketinggalan, Guntur juga memuji kenikmatan kopi robusta yang ditanam di ketinggian di atas 500 meter dari permukaan laut. “Pemerintah daerah dan stakeholder pariwisata di Magelang jangan ragu untuk mulai melakukan diplomasi gastronomi karena kopi anda luar biasa enaknya,” tandasnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang Iwan Sutiarso mengatakan, tahun ini jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Magelang ditargetkan sebanyak 7 juta yang terdiri atas 6,5 juta wisatawan nusantara (wisnus) dan 500.000 wisman. Target ini naik dari pencapaian tahun lalu sebanyak 6,36 juta wisatawan.
(ind)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak