3 Dampak Sanksi Rusia yang Merugikan Negara-negara Eropa, Bikin Industri Jatuh

Rabu, 24 Juli 2024 - 11:49 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2023 lalu, impor gas Rusia ke UE telah turun sekitar sepertiga, jika dibandingkan dengan tingkat sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

2. Jadi Sasaran Perang Hibrida


Permusuhan antara Rusia dengan Barat ini juga punya berpeluang besar akan terjadinya perang hibrida. Mengingat Negeri Tirai Besi telah jadi negara yang paling menonjol akan berbagai serangan di beberapa negara.

Meski begitu, Rusia tidak berdiri sendiri dalam upaya anti-Baratnya. Negara ini dengan rajin menyeimbangkan kepentingannya dengan kepentingan negara-negara Barat, dan merekrut mitra seperti Belarus, Iran, dan Korea Utara.

Dengan menampung senjata dan pasukan nuklir, serta mempersenjatai dan memasok angkatan bersenjata, negara-negara ini akan memperburuk agresi Rusia. Namun, Tiongkok tetap menjadi bagian penting dari teka-teki ini.

3. Industri Mulai Jatuh


Sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa (UE) terhadap Rusia juga menjadi senjata makan tuan setelah beberapa industri di Benua Biru mengalami krisis. Salah satu negara yang terkena dampak balasan Putin adalah Jerman.

Sanksi terhadap Rusia mendorong pelemahan dalam industri Jerman, membuat salah satu negara paling kuat di UE rentan terhadap kenaikan harga energi dan inflasi yang tinggi.

Pada bulan Juni, zona euro secara resmi mengumumkan telah memasuki resesi. Di antara faktor utama krisis keuangan ini adalah penurunan ekonomi terbesar blok tersebut, di atasnya adalah Jerman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Rekomendasi
PN Jakpus Eksekusi Lahan...
PN Jakpus Eksekusi Lahan Hotel Sultan Senilai Rp28,9 Triliun
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Menang Lagi di PN Jakpus,...
Menang Lagi di PN Jakpus, Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen pada SK Plt Maluku
Berita Terkini
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Keterlambatan RKAB 2026...
Keterlambatan RKAB 2026 Dinilai Hambat Pasokan Batu Bara PLTU Jawa-Bali
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Pembelian Dolar AS Diperketat,...
Pembelian Dolar AS Diperketat, BI Batasi Transaksi USD10 Ribu Mulai Juli 2026
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Loyo ke Rp17.794 per Dolar AS, Intip Pemicunya
Usulan Bikin Rokok Murah...
Usulan Bikin Rokok Murah Khusus Warga Miskin Disebut Sesat Nalar
Infografis
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved