3 Dampak Sanksi Rusia yang Merugikan Negara-negara Eropa, Bikin Industri Jatuh

Rabu, 24 Juli 2024 - 11:49 WIB
loading...
3 Dampak Sanksi Rusia...
3 Dampak Sanksi Rusia yang Merugikan Negara-negara Eropa, Bikin Industri Jatuh. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sanksi Rusia tidak hanya berdampak terhadap Moskow, tetapi juga kepada sejumlah negara-negara di Eropa. Setelah Uni Eropa (UE) dan Amerika Serikat (AS) menerapkan sanksi ekonomi ke Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin rupanya punya strategi sendiri supaya sanksi tersebut bisa menjadi bumerang untuk Benua Biru -julukan Eropa-.

Baca Juga: Sama-sama Korban Sanksi, Rusia-Afghanistan Kompak Dedolarisasi

Sanksi Barat langsung meluncur tidak lama setelah Rusia melayangkan invasi ke Ukraina, dimana Kremlin terus berupaya untuk mengembalikan stabilitas ekonomi dengan bergantung pada sekutu mereka seperti China, Korea Utara, dan beberapa negara Timur Tengah.

Sebagai balasan, Vladimir Putin lantas menciptakan cukup banyak kebijakan untuk merugikan sejumlah negara Eropa yang masih bergantung pada Moskow. Berikut ini beberapa dampak sanksi Rusia yang merugikan negara-negara Eropa.

3 Dampak Sanksi Rusia yang Merugikan Negara-Negara Eropa

1. Krisis Energi


Sebagai pembalasan atas sanksi Barat, Rusia langsung memotong pasokan gas untuk beberapa negara Eropa. Menurut Radio Liberty, Moskow dan media pro-Kremlin memperkirakan bahwa Eropa tanpa bantuan pasokan gas Rusia, akan mengalami krisis.

Untuk mengatasi kekurangan gas Rusia selama musim dingin dan selama sisa tahun 2023, UE melakukan penimbunan pasokan gas alam cair yang sebagian besar berasal dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Melonggarkan Sanksi Barat Bakal Bikin Rusia Menderita, Kok Bisa?

Meskipun mampu bertahan, hal ini tetap akan menimbulkan dampak krisis energi jangka panjang menurut para ahli. Karena kehilangan gas Rusia sepenuhnya akan membuat banyak negara Eropa kesulitan, dan bahkan dapat menimbulkan perpecahan.

Pada tahun 2023 lalu, impor gas Rusia ke UE telah turun sekitar sepertiga, jika dibandingkan dengan tingkat sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

2. Jadi Sasaran Perang Hibrida


Permusuhan antara Rusia dengan Barat ini juga punya berpeluang besar akan terjadinya perang hibrida. Mengingat Negeri Tirai Besi telah jadi negara yang paling menonjol akan berbagai serangan di beberapa negara.

Meski begitu, Rusia tidak berdiri sendiri dalam upaya anti-Baratnya. Negara ini dengan rajin menyeimbangkan kepentingannya dengan kepentingan negara-negara Barat, dan merekrut mitra seperti Belarus, Iran, dan Korea Utara.

Dengan menampung senjata dan pasukan nuklir, serta mempersenjatai dan memasok angkatan bersenjata, negara-negara ini akan memperburuk agresi Rusia. Namun, Tiongkok tetap menjadi bagian penting dari teka-teki ini.

3. Industri Mulai Jatuh


Sanksi yang dijatuhkan Uni Eropa (UE) terhadap Rusia juga menjadi senjata makan tuan setelah beberapa industri di Benua Biru mengalami krisis. Salah satu negara yang terkena dampak balasan Putin adalah Jerman.

Sanksi terhadap Rusia mendorong pelemahan dalam industri Jerman, membuat salah satu negara paling kuat di UE rentan terhadap kenaikan harga energi dan inflasi yang tinggi.

Pada bulan Juni, zona euro secara resmi mengumumkan telah memasuki resesi. Di antara faktor utama krisis keuangan ini adalah penurunan ekonomi terbesar blok tersebut, di atasnya adalah Jerman.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
PP 20 Tahun 2026: Langkah...
PP 20 Tahun 2026: Langkah Besar Menuju Keadilan Pajak bagi UMKM Orang Pribadi
Sejarah! Cape Verde...
Sejarah! Cape Verde Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 usai Tahan Arab Saudi
Daftar 25 Pemain Timnas...
Daftar 25 Pemain Timnas Indonesia U-17 Jelang Lawan Malaysia
Berita Terkini
Cegah Kebocoran Devisa...
Cegah Kebocoran Devisa Hasil Ekspor, DSI Fokus Dongkrak Penerimaan Negara
Salah Pilih Rekening...
Salah Pilih Rekening Tujuan? Cara Batalkan Pencairan Pinjaman Kredivo
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
10 Negara dengan Biaya...
10 Negara dengan Biaya Hidup Termahal di Dunia pada 2026, Ada Tetangga Indonesia
Kawal Transformasi Terintegrasi...
Kawal Transformasi Terintegrasi untuk Perkuat Bio Farma Group
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Infografis
3 Negara yang Senang...
3 Negara yang Senang jika Amerika Serikat Tinggalkan NATO
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved