Kontribusi Koperasi dalam Memacu Pertumbuhkan Sektor UMKM

Rabu, 24 Juli 2024 - 21:24 WIB
loading...
Kontribusi Koperasi...
Kontribusi koperasi terhadap PDB terus meningkat ditandai akumulasi volume usaha yang mendekati Rp200 triliun. Dampaknya banyak usaha di berbagai sektor skala UMKM tumbuh. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kontribusi koperasi terhadap PDB terus meningkat ditandai akumulasi volume usaha yang mendekati Rp200 triliun. Dampaknya banyak usaha di berbagai sektor skala UMKM tumbuh, baik pertanian, perkebunan, peternakan, maupun usaha rumahan.

Pengamat Koperasi, Firdaus Putra mengatakan, peran koperasi saat ini sangat signifikan dalam inklusi keuangan. Data Survei Sosial Ekonomi Nasional (2021) menemukan sebanyak 4,25% rumah tangga mengakses kredit di koperasi.

Sementara kredit di bank umum selain KUR sebanyak 4,95%. Lembaga keuangan lain yang diakses seperti leasing sebesar 2,35%, BPR 1,17%, pegadaian 0,86%. Baca Juga: Hari Koperasi ke-77, INKOWAPI Dorong Modernisasi dan Transformasi

"Data itu menunjukkan kontribusi signifikan koperasi dalam layanan keuangan, khususnya bagi usaha mikro dan kecil. Kemudahan, kedekatan, fleksibilitas layanan koperasi membuatnya diminati," ujar Firdaus di Jakarta, Senin (22/7/2024).

Oleh sebab itu kata dia, koperasi dapat diandalkan untuk menjadi institusi keuangan di luar perbankan dalam mendorong Indonesia mencapai visi Indonesia Emas 2045. Apalagi lanjutnya, koperasi dapat berperan efektif pada setiap rantai nilai usaha, mulai dari input pasokan, pengepulan, pengolahan, sampai pemasaran, dan memberi akses pendanaan bagi anggota.

Dia memprakirakan, dalam 20 tahun ke depan pendapatan per kapita Indonesia makin meningkat. Koperasi akan memiliki potensi permodalan yang besar. Baca Juga: Pembentukan Lembaga Pengawas Penting untuk Awasi 18.157 Koperasi Simpan Pinjam

"Inovasi dan teknologi juga akan mengungkit pertumbuhan koperasi sehingga makin terjangkau, mudah, dan murah," jelas Ketua Komite Eksekutif Indonesian Consortium for Cooperative Innovation (ICCI) itu.

Untuk itu lanjutnya, koperasi harus diberdayakan secara maksimal dengan masuk ke sektor pertanian, peternakan dan perikanan. "Pertama karena kontribusi sektor tersebut pada PDB signifikans sekitar 13%. Juga karena koperasi menyerap tenaga kerja yang banyak sekitar 28%," ungkap Firdaus.

Ketua I KSP Sahabat Mitra Sejati (SMS), Deddy Irja Pratama mengatakan, pihaknya terus berkontribusi terhadap pertumbuhan sektor riil Indonesia.

Sekitar 99% dari total penyaluran pinjaman kepada anggota bergerak di berbagai bidang usaha rumahan hingga skala menengah, seperti pabrik boneka rumahan, pabrik tahu, dan selebihnya bergerak di F&B, Jasa, Perkebunan, Peternakan, Pertanian dan Agribisnis Sawit.

Deddy menambahkan, koperasi dapat diandalkan untuk membantu Indonesia keluar dari middle income trap dan mencapai Indonesia Emas 2045. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan bonus demografi, dengan mendukung wirausaha pemula melalui pembiayaan ekonomi kreatif, pelatihan dan literasi terkait dengan perkoperasian.

“Kami juga bisa berkolaborasi antarkoperasi dari berbagai sektor untuk dapat bertumbuh bersama dari hulu ke hilir," imbuhnya.

Tentu saja dengan dukungan peningkatan kualitas SDM, tata kelola organisasi koperasi, pemanfaatan teknologi digital, dan memiliki daya saing sehingga koperasi disejajarkan dengan organisasi badan hukum lainnya.

Hingga kini, KSP SMS telah melayani lebih dari 39.000 anggota, yang tersebar di Pulau Jawa 36%, 28% Sumatera, 26% Sulawesi, dan 10% Kalimantan.

Selama ini KSP SMS menjalin hubungan baik dengan para mitra strategis, di antara melakukan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas usaha anggota, mendapatkan bantuan permodalan dan program pemberdayaan dari kolaborasi strategis tersebut.

Dari data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, volume usaha yang mengandalkan koperasi meningkat signifikan sekitar 8,51% mendekati Rp200 triliun, dari tahun sebelumnya sebesar Rp182,35 triliun. Dengan volume usaha tersebut, kontribusi koperasi terhadap PDB hingga 2021 sebesar 6,20%.

Sementara itu, Kemenkop dan UKM pada 2021 mengungkapkan jumlah koperasi aktif di sektor riil sebanyak 11.858 koperasi, disusul pertanian, kehutanan, dan perikanan 11.659 koperasi. Terbanyak memang masih bergerak di sektor jasa keuangan, sebanyak 57.370 koperasi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Penyaluran Pindar Tembus...
Penyaluran Pindar Tembus Rp1.388 Triliun, 40% Mengalir ke UMKM
Bukan Sekadar Bisnis,...
Bukan Sekadar Bisnis, Sektor Keuangan Mikro Integrasikan Kelestarian Alam ke Dalam Ekosistem UMKM
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Rekomendasi
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Belgia Dipaksa Bermain Imbang Lawan Iran
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved