Industri Manufaktur Indonesia Masih yang Terkuat di Asia Tenggara
Kamis, 25 Juli 2024 - 20:31 WIB
loading...
Industri manufaktur Indonesia yang menempatkan Indonesia di posisi ke-12 top manufacturing countries by value added di dunia. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ekonom Universitas Brawijaya Wildan Syafitri memuji pencapaian industri manufaktur Indonesia yang menempatkan Indonesia di posisi ke-12 top manufacturing countries by value added di dunia, dengan nilai manufacturing value added (MVA) sebesar USD255 miliar.
Indonesia jauh meninggalkan negara anggota ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA hanya setengah dari Indonesia, yakni masing-masing USD128 miliar, serta USD102 miliar.
"Pencapaian sektor industri manufaktur Indonesia patut diapresiasi karena ini adalah pencapaian yang positif mengingat dalam situasi krisis justru Indonesia dapat meningkatkan efisiensi industri manufaktur," sebut Wildan.
Baca Juga: Industri Manufaktur Terus Menggeliat, Koordinasi Antarinstansi Perlu Diperkuat
Dalam lima tahun terakhir data manufacturing value added (MVA) Indonesia yang dirilis World Bank menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data terbaru kinerja sektor industri manufaktur juga menunjukkan angka positif.
Sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan I tahun 2024 menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terbesar, yaitu 17,47 persen dengan pertumbuhannya sebesar 4,64 persen dan memberikan penerimaan pajak terbesar hingga 26,9 persen.
Indonesia jauh meninggalkan negara anggota ASEAN lainnya, seperti Thailand dan Vietnam yang nilai MVA hanya setengah dari Indonesia, yakni masing-masing USD128 miliar, serta USD102 miliar.
"Pencapaian sektor industri manufaktur Indonesia patut diapresiasi karena ini adalah pencapaian yang positif mengingat dalam situasi krisis justru Indonesia dapat meningkatkan efisiensi industri manufaktur," sebut Wildan.
Baca Juga: Industri Manufaktur Terus Menggeliat, Koordinasi Antarinstansi Perlu Diperkuat
Dalam lima tahun terakhir data manufacturing value added (MVA) Indonesia yang dirilis World Bank menunjukkan peningkatan yang signifikan. Data terbaru kinerja sektor industri manufaktur juga menunjukkan angka positif.
Sektor industri pengolahan nonmigas pada triwulan I tahun 2024 menjadi penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional terbesar, yaitu 17,47 persen dengan pertumbuhannya sebesar 4,64 persen dan memberikan penerimaan pajak terbesar hingga 26,9 persen.
Lihat Juga :