alexametrics

1H2019, Adira Finance Cetak Pembiayaan Rp19,1 T dan Laba Rp949 M

loading...
1H2019, Adira Finance Cetak Pembiayaan Rp19,1 T dan Laba Rp949 M
1H2019, Adira Finance Cetak Pembiayaan Rp19,1 T dan Laba Rp949 M/Andryanto Wisnuwidodo/Sindonews
A+ A-
JAKARTA - Adira Finance membukukan Rp19,1 triliun untuk penyaluran pembiayaan baru pada 1H2019 atau semester 1 2019. Ada pertumbuhan 4% dibandingkan perolehan pada semester 1 2018.

Presiden Direktur Adira Finance Hafid Hadeli merespons positif pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru perusahaan yang dipimpinnya. Dia mengatakan, pertumbuhan yang terkerek tipis itu terdampak situasi politik dan ekonomi di Indonesia. Seperti berlangsungnya pesta demokrasi Pemilihan Umum, turunnya harga komoditas dan rendahnya penjualan mobil baru.

’’Alhamdulillah, di tengah situasi yang kurang kondusif dengan adanya Pemilu, kita masih mencatatkan tumbuh positif 4 persen dibandingkan semester pertama tahun lalu,’’kata Hafid di Jakarta.



Hafid kemudian membeberkan dari total Rp19,1 triliun pembiayaan baru pada 1H2019 yang telah disalurkan. Dari angka tersebut pembiayaan terbesar untuk sepeda motor sebesar Rp9,9 triliun. Angka ini melewati pembiayaan mobil yang mencapai Rp8,07 triliun. Sisanya dipergunakan untuk pembiayaan baru non automotif dan elektronik yang menyentuh angka Rp1,1 triliun.

’’Pada 1H2019, Adira Finance membukukan Rp 19,1 triliun untuk penyaluran pembiayaan baru, naik 4% dibandingkan dengan 1H2018. Segmen sepeda motor naik 9% dan segmen mobil stagnan di 0% di tengah penjualan industri mobil baru menurun sebesar 13%. Piutang yang dikelola naik sebesar 12% menjadi Rp 53,9 triliun, dibandingkan dengan Rp 48,1 triliun pada periode yang sama tahun lalu,’’papar Hafid.

Hingga akhir Juni 2019, pembiayaan sepeda motor mencatat pertumbuhan tumbuh 9% secara tahunan (year on year/yoy). Jumlah tersebut didominasi oleh pembiayaan sepeda motor baru sebesar Rp7,3 triliun atau tumbuh 11% (yoy). Sementara untuk sepeda motor bekas tercatat tumbuh sebesar 5% (yoy) menjadi Rp2,6 triliun.

Di sektor pembiayaan mobil, untuk mobil bekas tumbuh 13% (yoy) menjadi Rp 3,7 triliun. Namun, pembiayaan mobil baru turun hingga 14% (yoy) menjadi Rp4,4 triliun. Adapun dari jumlah tersebut kontribusi mobil penumpang tercatat sebesar 64% dan mobil komersial 36%.

’’Segmen sepeda motor dan mobil terus memberikan pertumbuhan terbesar. Inisiatif strategis kami telah terbukti efektif untuk memberikan pertumbuhan yang cukup moderat dalam lingkungan bisnis yang relatif stagnan. Kami terus memberikan penawaran produk lengkap melalui penyediaan multi-produk dan brands,” kata Hafid. ’’Selain itu, kami terus meningkatkan proses dan layanan kepada pelanggan kami. Selain itu, kami juga meningkatkan berbagai program pemasaran kami.’’

Hafid juga menjelaskan mengenai laba Adira Finance yang mencatat pertumbuhan. Pada 1H2019, laba bersih Adira Finance naik 9% (y/y) yang mencapai Rp 949 miliar dibandingkan 1H2018. Pendapatan bunga naik sebesar 12% menjadi Rp 5,89 triliun sementara beban bunga naik 15% menjadi Rp 2,33 triliun.

Pendapatan bunga bersih naik 10% menjadi Rp 3,55 triliun sehingga menghasilkan margin bunga bersih sebesar 14,2%. Biaya operasional hanya naik 5% menjadi Rp 1,79 triliun yang menghasilkan pertumbuhan laba bersih sebesar 9%. ROAA dan ROAE perusahaan masing-masing mencapai 6,0% dan 28,8%.
(aww)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak