4 Ormas Besar Keagamaan yang Kepincut 'Godaan' Tambang dari Jokowi
Selasa, 30 Juli 2024 - 11:09 WIB
loading...
A
A
A
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan ormas keagamaan pertama kali, yang menerima konsesi izin tambang batubara dari pemerintah. PBNU mendapat jatah tambang batubara bekas PT Kaltim Prima Coal milik grup usaha Bakrie di Kalimantan Timur.
Lalu disusul Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang turut memutuskan menerima tawaran pemerintah untuk mengelola izin tambang. Pemerintah saat ini masih menindaklanjuti keputusan itu dan mencarikan lahan tambang yang tepat untuk Muhammadiyah berdasarkan luasan konsesi dan potensi cadangannya.
Kabar terbaru yang dilaporkan BKPM, Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia juga turut menyampaikan minatnya mengelola izin tambang.
Secara bisnis, komoditas tambang baik itu batubara maupun mineral memang menggiurkan. Sektor tambang berkontribusi besar bagi penerimaan negara. Tahun lalu saja, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara sebesar Rp173 triliun jauh melampaui sektor migas, yang hanya Rp117 triliun. Adapun capaian jumbo itu ditopang tingginya harga komoditas tambang dalam beberapa tahun terakhir.
Lalu disusul Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang turut memutuskan menerima tawaran pemerintah untuk mengelola izin tambang. Pemerintah saat ini masih menindaklanjuti keputusan itu dan mencarikan lahan tambang yang tepat untuk Muhammadiyah berdasarkan luasan konsesi dan potensi cadangannya.
Kabar terbaru yang dilaporkan BKPM, Konfrensi Waligereja Indonesia (KWI) dan Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia juga turut menyampaikan minatnya mengelola izin tambang.
Secara bisnis, komoditas tambang baik itu batubara maupun mineral memang menggiurkan. Sektor tambang berkontribusi besar bagi penerimaan negara. Tahun lalu saja, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara sebesar Rp173 triliun jauh melampaui sektor migas, yang hanya Rp117 triliun. Adapun capaian jumbo itu ditopang tingginya harga komoditas tambang dalam beberapa tahun terakhir.
(nng)
Lihat Juga :