alexametrics

Pengembangan Sesuai Industri, Kualitas SDM RI Diyakini Salip Thailand

loading...
Pengembangan Sesuai Industri, Kualitas SDM RI Diyakini Salip Thailand
Kemenperin optimistis kualitas SDM Indonesia akan bisa menyalip Thailand seiring dengan bergesernya fokus pembangunan pemerintah dari infrastruktur ke SDM. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimistis kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia akan bisa menyalip Thailand seiring dengan bergesernya fokus pembangunan pemerintah dari infrastruktur ke SDM. Kepala Pusat Peningkatan Penguatan Produk Dalam Negeri Kemenperin Yulia Astuti menerangkan, pengembangan SDM dilakukan sesuai dengan kebutuhan industri.

"Kualitas SDM saat ini sudah membaik dikarenakan program pengembangan SDM sudah berdasarkan demand dari pelaku atau user, dan kita optimis bahwa SDM kita bakal bisa salip Thailand," ujar Yulia Astuti saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Kamis (15/8).

Dia menekankan, program pengembangan SDM industri sudah di susun berdasakan kebutuhan pasar yang dibutuhkan sekarang. Ditambah Ia mengaku terus memperluas sinergi dengan seluruh stakeholder yang ada. "Pemerintah terus menyiapkan program pengembangan SDM yang link n match dengan industri," jelasnya.



Sambung dia menambahkan, akan terus melakukan program pemerintah yang lebih intensif dalam membenahi sistem pendidikan dengan fokus pada pendidikan vokasi dan pelatihan berbasis kompetensi sesuai kebutuhan industri/kebutuhan pasar. Saat ini 56% tenaga kerja Indonesia masih berpendidikan SMP dan 87% berpendidikan SLA ke bawah.

"Begitu pula dengan jumlah tenaga kerja kita dari 124 juta pekerja hanya 10,7% tenaga ahlinya, jauh dibanding dengan Singapura dengan tenaga ahlinya 56%, Malaysia 26,8% dan Thailand 14,6% sehingga produktivitas tenaga kerja kita USD24,9 ribu di bawah Singapura, Malaysia dan Thailand," papar Yulia.

Pihaknya optimistis dengan jumlah SDM, maka potensi Indonesia sangat besar dan diyakini dapat menyalip negara berkembang lainnya. "Kita mereformasi sistem yang ada agar lebih efisien dan tepat sasaran," terang dia.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak