Ancaman Resesi AS di Depan Mata, Ini Dampak Nyata ke Indonesia
Selasa, 06 Agustus 2024 - 16:15 WIB
loading...
A
A
A
Sebab itu, diperlukan untuk menjaga nilai tukar rupiah atau menahan aliran modal keluar (capital outflow) agar tidak keluar. Apabila suku bunga AS bertahan cukup tinggi atau hanya dipangkas 25 bps beban penjaman perusahaan akan semakin berat.
Baca Juga: Pemerintah Was-was Soal Ancaman Resesi AS hingga IHSG Rontok 3,4%
Lebih lanjut, dalam kondisi tersebut pemerintah membutuhkan dana asing untuk membeli surat utang, meskipun porsi dana asing di Surat Berharga Negara (SBN) semakin kecil tetapi SBN akan tetapi tetap membutuhkan aliran modal dari luar. Tidak hanya itu, adanya resesi ekonomi AS akan berdampak terhadap minat investor dalam memberi surat utang pemerintah.
"Hal ini akan menyulitkan pemerintah mencari pembiayaan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di sisa tahun dan pembiayaan program Prabowo 2025," tutup Bhima.
Baca Juga: Pemerintah Was-was Soal Ancaman Resesi AS hingga IHSG Rontok 3,4%
Lebih lanjut, dalam kondisi tersebut pemerintah membutuhkan dana asing untuk membeli surat utang, meskipun porsi dana asing di Surat Berharga Negara (SBN) semakin kecil tetapi SBN akan tetapi tetap membutuhkan aliran modal dari luar. Tidak hanya itu, adanya resesi ekonomi AS akan berdampak terhadap minat investor dalam memberi surat utang pemerintah.
"Hal ini akan menyulitkan pemerintah mencari pembiayaan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di sisa tahun dan pembiayaan program Prabowo 2025," tutup Bhima.
(nng)
Lihat Juga :