alexametrics

Satu Pekan Terakhir, Nilai Transaksi Bursa Turun Jadi Rp8,084 Triliun

loading...
Satu Pekan Terakhir, Nilai Transaksi Bursa Turun Jadi Rp8,084 Triliun
Selama sepekan terakhir, data IHSG mengalami peningkatan begitu juga dengan nilai kapitalisasi pasar. Sedangkan untuk rata-rata nilai transaksi bursa sedikit menyusut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Selama sepekan terakhir, data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,07% pada posisi 6.286,657 dari 6.282,132 pada pekan sebelumnya. Nilai kapitalisasi pasar juga meningkat sebesar 0,08% menjadi Rp7.211,062 triliun dari Rp7.205,005 triliun pada penutupan pekan sebelumnya.

"Kemudian data rata-rata volume transaksi harian PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan sebesar 4,96% menjadi 15,895 miliar unit saham dari 15,143 miliar unit saham pada pekan sebelumnya," tulis keterangan BEI di Jakarta.

Sedangkan untuk rata-rata nilai transaksi bursa selama sepekan mengalami penyusutan 6,31% menjadi Rp8,084 triliun dari Rp8,628 triliun pada penutupan pekan lalu. Lalu data rata-rata frekuensi transaksi harian BEI pekan ini juga lebih rendah 1,46% menjadi 487,280 ribu kali transaksi dari 494,484 ribu kali transaksi pada pekan sebelumnya.



Sepanjang tahun 2019, investor asing masih mencatatkan beli bersih sebesar Rp62,294 triliun dan investor asing pada hari ini mencatatkan jual bersih sebesar Rp722,42 miliar. Pada Jumat (16/8), Obligasi Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 yang diterbitkan oleh PT Timah Tbk telah resmi dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Obligasi Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp880.000.000.000,- terdiri dari dua seri dan memiliki jangka waktu 3 tahun untuk Seri A dan 5 tahun untuk Seri B. Sedangkan untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan Timah I Tahap II Tahun 2019 dicatatkan dengan nilai nominal sebesar Rp313.000.000.000,- dengan jangka waktu 5 tahun.

Hasil pemeringkatan untuk Obligasi ini adalah idA+ dan Sukuk Ijarah adalah idA+(sy) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Bertindak sebagai Wali Amanat dalam emisi ini adalah PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2019 adalah 66 emisi dari 40 Perusahaan Tercatat senilai Rp75,47 triliun. Dengan pencatatan ini maka total emisi Obligasi dan Sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 408 emisi dengan nilai nominal outstanding sebesar Rp435,81 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 119 Perusahaan Tercatat. Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 100 seri dengan nilai nominal Rp2.598,63 triliun dan USD400 juta. Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak 10 emisi senilai Rp8,33 triliun.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak