Yakin Sesuai Aturan WTO, UE Lanjutkan Penyelidikan Tarif Mobil Listrik China

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 12:25 WIB
loading...
Yakin Sesuai Aturan...
Uni Eropa melanjutkan penyelidikan dan tindakan sementaranya atas dugaan subsidi mobil listrik China. FOTO/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Komisi Eropa yakin penyelidikannya dan tindakan terhadap subsidi negara untuk kendaraan listrik China yang tengah dilakukannya sesuai dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Karena itu, penyelidikan Uni Eropa (UE) terkait persoalan itu terus berlanjut.

Uni Eropa memberlakukan tarif sementara hingga 37,6% pada impor kendaraan listrik buatan China pada bulan Juli lalu. Tindakan itu dilakukan dengan alasan untuk melindungi produksi kendaraan listrik dalam negeri, setelah penyelidikan UE menemukan bahwa mobil-mobil listrik China tersebut disubsidi pemerintahnya.

China pada Jumat (9/8) meminta konsultasi WTO, dengan alasan hasil penyelidikan UE dan tarif sementara tidak memiliki dasar faktual dan hukum serta secara serius melanggar peraturan badan global tersebut.

Baca Juga: Ekspor Mobil Listriknya Digetok Tarif, China Adukan UE ke WTO

Komisi tersebut, yang menangani semua masalah perdagangan untuk 27 negara UE, mengatakan pihaknya mempelajari dengan cermat semua rincian permintaan Beijing ke WTO dan akan bereaksi terhadap otoritas Tiongkok pada waktunya sesuai dengan prosedur WTO.

"Komisi yakin akan kesesuaian dengan WTO dalam penyelidikan dan tindakan sementaranya," kata juru bicara Komisi seperti dilansir Reuters, Sabtu (10/8/2024). "Permintaan konsultasi WTO ini tidak mempengaruhi jadwal penyelidikan anti-subsidi, yang sementara ini terus berlanjut," kata juru bicara tersebut.

Baca Juga: Jepang Umumkan Siap Hadapi Gempa Bumi Dahsyat Minggu Depan
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
LineShine Jadi Superkomputer...
LineShine Jadi Superkomputer Tercepat di Dunia, China Mampu Kalahkan AS
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Menkeu Purbaya Raih...
Menkeu Purbaya Raih Gelar Profesor Kehormatan Bidang Ekonomi dari Nankai University
Rekomendasi
ITS Tembus Peringkat...
ITS Tembus Peringkat 101-200 Besar Dunia di THE Impact Ratings 2026
10 Fakta Menarik Grup...
10 Fakta Menarik Grup B Piala Dunia 2026: Ada Alajbegovic Sang Pencetak Gol Jarak Jauh Termuda
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Jalani Sidang Pembacaan Dakwaan Hari Ini
Berita Terkini
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Status Pasar Modal RI...
Status Pasar Modal RI Tetap Emerging Market, Kekhawatiran Investor Hilang?
ONDA Bidik Kebutuhan...
ONDA Bidik Kebutuhan Renovasi Rumah dengan Sistem Terintegrasi
Usai Perang dengan Iran,...
Usai Perang dengan Iran, Trump Janji Ekonomi AS Segera Bangkit
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Telkom Catat Pendapatan...
Telkom Catat Pendapatan Rp146,7 Triliun, DPR Minta Soliditas Dijaga
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved