AS Jatuhkan Sanksi ke Sejumlah Perusahaan Negara Sekutu Rusia Ini

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 19:00 WIB
loading...
AS Jatuhkan Sanksi ke...
Sejumlah perusahaan dan individu dari Belarusia dimasukkan dalam daftar hitam oleh Departemen Keuangan AS. FOTO/Dok.
A A A
WASHINGTON - Departemen Keuangan AS telah menjatuhkan sanksi terhadap 19 individu dan 14 badan hukum dari Belarusia. Sanksi tersebut antara lain diberikan kepada beberapa maskapai penerbangan dan pabrik Belarusia.

Daftar hitam tersebut mencakup maskapai Belcanto dan Rada, pabrik Legmash, biro desain Helikopter Tak Berawak (UAVHeli), serta pesawat yang diduga terkait dengan Presiden Belarusia Alexander Lukashenko.

Baca Juga: Sanksi Barat Disebut Irasional, Kekuatan Global Bakal Geser ke Asia dan Rusia

Departemen Keuangan AS telah menerbitkan izin umum yang menetapkan batas waktu 10 September untuk menyelesaikan transaksi dengan Belcanto, Rubistar, dan Rada. Dokumen tersebut membatasi ruang lingkup interaksi dengan perusahaan-perusahaan Belarusia ini hanya pada masalah penerbangan sipil saja.

Mengutip TASS, Sabtu (10/8/2024), pihak berwenang AS mengklaim bahwa orang-orang yang termasuk dalam pembatasan tersebut “terlibat dalam mendukung” operasi militer khusus Rusia di Ukraina dengan memproduksi senjata, mengirimkan produk ke Rusia, dan memberikan bantuan untuk menghindari sanksi Barat.

Baca Juga: Dihajar Sanksi Barat karena Menginvasi Ukraina, Ekonomi Rusia Malah Meningkat

Selain itu, kementerian menambahkan, pembatasan tersebut diberlakukan karena dugaan “serangan terhadap gerakan demokrasi Belarusia” yang dilakukan Lukashenko. Dimasukkannya ke dalam daftar hitam berarti pembekuan aset di AS dan larangan bagi warga negara dan perusahaan Amerika untuk melakukan bisnis dengan pihak-pihak yang terlibat.

Departemen Luar Negeri juga menjatuhkan sanksi visa terhadap 19 pejabat Belarusia karena “keterlibatan mereka dalam merusak demokrasi” di negara tersebut. Departemen Keuangan AS menambahkan bahwa, selain Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa telah memberlakukan pembatasan terhadap republik tersebut.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
Rekomendasi
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Negara NATO Ini Klaim...
Negara NATO Ini Klaim akan Diinvasi Rusia dalam Beberapa Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved