Lepas dari Jeratan Utang, India Ajak Maladewa Campakkan Dolar AS

Minggu, 11 Agustus 2024 - 17:54 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Dolar Kian Terpuruk, Cadangan Devisa AS di Dunia Turun Nyaris 60%

Maladewa, yang terkenal dengan pantainya yang indah, merupakan tujuan populer bagi wisatawan India. Namun, masyarakat India mulai memboikot kepulauan tersebut secara massal pada bulan Januari lalu ketika para menteri di kabinet Muizzu mengkritik Perdana Menteri India Narendra Modi karena postingannya yang mempromosikan kepulauan Lakshadweep di India sebagai tujuan wisata alternatif. Para menteri diberhentikan setelah New Delhi mengambil pengecualian atas komentar tersebut.

Pada hari-hari awal perselisihan tersebut, Muizzu melakukan perjalanan ke Beijing dan menyarankan agar Maladewa meningkatkan pariwisata dari China. Namun, pada bulan Mei, Menteri Pariwisata Maladewa Ibrahim Faisal meminta masyarakat India untuk mengunjungi pulau-pulau tersebut, mengingat perekonomian negara tersebut sangat bergantung pada pariwisata.

Pada hari Sabtu, Jaishankar juga mengambil bagian dalam upacara di kantor Presiden untuk memperingati selesainya fasilitas pasokan air dan saluran pembuangan di 28 pulau Maladewa yang didanai oleh jalur kredit dari New Delhi.

"Berkomitmen untuk memperdalam hubungan India-Maladewa demi kepentingan rakyat kami dan kawasan ini," tulis Menteri Luar Negeri India di X dikutip dari Russia Today, Minggu (11/8/2024).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Panda Bond Bakal Dinilai...
Panda Bond Bakal Dinilai Lembaga Rating China, Purbaya Tak Peduli Hasil S&P dan Moody's
Panda Bond Akan Manfaatkan...
Panda Bond Akan Manfaatkan Skema LCT, Bisa Tambah Cadev USD50 Miliar
Bukan Utang, Purbaya...
Bukan Utang, Purbaya Tegaskan Pendanaan AIIB Rp303 Triliun Murni Investasi
Penerbitan Panda Bond...
Penerbitan Panda Bond Mundur ke Akhir Juli, Purbaya Incar Likuiditas Jumbo
Keluarga Pejabat di...
Keluarga Pejabat di China Dilarang Total Berbisnis, Mundur atau Tutup Usaha! Berani Tiru?
China Desak BRICS Berani...
China Desak BRICS Berani Melawan Barat: Akses Mineral Strategis Bakal Dikunci
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
TERUNGKAP! Dokter Tifa...
TERUNGKAP! Dokter Tifa Terjerat Utang Ratusan Juta, Apartemen Disita PN Jakarta Selatan
Rekomendasi
Mantan Wakil Kepala...
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan Tersangka Korupsi MBG
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan...
Rekonstruksi Kasus Penganiayaan Sadis Taufik Hidayat di Polda Jabar Digelar Tertutup
Wajah Islam di Piala...
Wajah Islam di Piala Dunia: Ketika Timnas Maroko Berdakwah Lewat Akhlak
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat ke 5.709 Pagi Ini, Mayoritas Sektor Bergerak Positif
Aset Kripto Rp18 Triliun...
Aset Kripto Rp18 Triliun Lenyap Diretas, AI Bisa Jadi Andalan Keamanan Baru
Prabowo Pangkas 1.000...
Prabowo Pangkas 1.000 BUMN Menjadi 250, Bagaimana Nasib Karyawan?
Pasokan Minyak Iran...
Pasokan Minyak Iran Kembali Banjiri Pasar Asia, Harga Minyak Dunia Anjlok 4%
RSM Indonesia Umumkan...
RSM Indonesia Umumkan Bergabungnya Mahendra Siregar sebagai Senior Advisor
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved