Ekonomi Rusia di Ambang Bencana Demografi, Populasi Terancam Berkurang Setengah

Senin, 12 Agustus 2024 - 01:50 WIB
loading...
A A A
"Kecuali para pemimpin Rusia dapat mengembangkan dan membiayai serangkaian kebijakan yang lebih efektif, satu-satunya solusi untuk penurunan populasi adalah kombinasi dengan memasukkan wilayah non-Rusia dan/atau imigrasi dari Asia atau Afrika," bebernya.

Menurut laporan itu menerangkan, ketika populasi Rusia terus menurun, maka imigran akan memainkan peran yang semakin penting untuk pemulihan ekonomi.

Para ahli mengatakan penyusutan populasi dapat berakhibat sejumlah masalah bagi ekonomi Rusia, seperti pertumbuhan dan produktivitas yang lebih rendah. Pada tahun 2026, kondisi itu bisa menempatkan ekonomi Rusia berada di jalur tertinggal dari Indonesia, saat populasinya meningkat, prediksi dari Dewan Atlantik.

"Pilihan waktu Putin untuk agresi militer di Ukraina mungkin mencerminkan pemahaman bahwa situasi demografis (dan ekonomi) Rusia tidak akan membaik dalam dua dekade ke depan. Namun, perang mengubah krisis yang berkembang menjadi bencana," tambah mereka.

Ekonomi Rusia tidak berada pada pijakan yang kokoh sejak awal, terutama karena invasinya ke Ukraina semakin mahal dan terganggunya hubungan ekonominya dengan pasar global. Moskow berada di jalur untuk jatuh ke dalam resesi parah pada akhir tahun, disampaikan seorang ekonom UC Berkeley sebelumnya kepada Business Insider, menunjuk pada perdagangan energi Rusia yang runtuh dan memudarnya akses ke dolar AS.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Lumpuhkan Jantung Kilang Minyak Rusia, Kelangkaan BBM Memburuk
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Rekomendasi
Norwegia vs Inggris:...
Norwegia vs Inggris: Haaland Tagih Janji Rooney Mendayung di Sungai Mersey
Profil Joao Pinheiro,...
Profil Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Berita Terkini
RANS Resmi Jadi Perusahaan...
RANS Resmi Jadi Perusahaan Terbuka, Investor Sambut Positif Debut di Bursa
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp5.000 per Gram, Buyback Jadi Berapa?
Easycash, OJK dan AFTECH...
Easycash, OJK dan AFTECH Perkuat Literasi Keuangan Generasi Muda di Bali
IHSG Sepekan Naik 0,83%,...
IHSG Sepekan Naik 0,83%, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp10.340 Triliun
Promo Spesial BRI Kartu...
Promo Spesial BRI Kartu Kredit: Jalan-Jalan Lebih Hemat Rp125.000 di tiket.com!
Imbal Hasil Obligasi...
Imbal Hasil Obligasi Kian Jadi Penentu Utama Pergerakan Valas
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved