Dampak Dedolarisasi bagi Negara Berkembang, Lepas dari Kungkungan Dolar AS
Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Euro mengalami penurunan sebesar 9% hanya dalam kurun waktu 16 tahun. Euro kini telah turun menjadi 19% dari 28% di 2008. Sementara, Yuan telah meningkat menjadi 3%, pertumbuhan tiga kali lipat sejak 2016.
BRICS terus mempromosikan penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas sehingga menambah tekanan pada dolar AS. Jika tren dedolarisasi terus berlanjut maka cadangan global dalam USD diproyeksikan turun di bawah 50% dalam beberapa dekade mendatang.
Melansir dari analisa WatcherGuru, perkembangan ini dapat membunyikan lonceng peringatan pada ekonomi AS yang mengarah pada bencana keuangan dan kejatuhan pasar saham.
BRICS terus mempromosikan penggunaan mata uang lokal untuk transaksi lintas batas sehingga menambah tekanan pada dolar AS. Jika tren dedolarisasi terus berlanjut maka cadangan global dalam USD diproyeksikan turun di bawah 50% dalam beberapa dekade mendatang.
Melansir dari analisa WatcherGuru, perkembangan ini dapat membunyikan lonceng peringatan pada ekonomi AS yang mengarah pada bencana keuangan dan kejatuhan pasar saham.
(nng)
Lihat Juga :