Dampak Dedolarisasi bagi Negara Berkembang, Lepas dari Kungkungan Dolar AS
Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:20 WIB
loading...
Dedolarisasi akan mengubah arah baru diplomasi negara-negara berkembang di panggung global. FOTO/Reuters
A
A
A
JAKARTA - BRICS terus mempertajam agenda dedolarisasi dengan menggaet negara-negara berkembang termasuk mereka yang belum pernah terdengar di panggung global. Aliansi ini membuka arah baru diplomasi melepaskan diri dari ketergantungan dolar AS.
Langkah tersebut akan memberikan secercah harapan dan memperkuat ekonomi asli mereka dengan menggunakan mata uang lokal. BRICS secara perlahan namun pasti memajukan agenda dedolarisasi di seluruh dunia untuk menurunkan nilai dolar AS.
Dedolarisasi merupakan proses penggantian dolar AS sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan minyak dan/atau komoditas lainnya; membeli dolar AS untuk cadangan devisa; perjanjian perdagangan bilateral; dan aset berdenominasi dolar.
Baca Juga: Houthi Buru 2 Kapal Tanker Misterius di Laut Merah, Menyerangnya 3 Kali Berturut-turut
Dedolarisasi bagi negara berkembang bermanfaat untuk mencapai dan memelihara kestabilan mata uang; diversifikasi pasar ekspor dan impor; stimulasi investasi dalam mata uang rupiah; pengembangan pasar keuangan dalam negeri; penurunan risiko ekonomi dan keuangan; penguatan kedaulatan ekonomi; dan peningkatan peran regional dan internasional.
Langkah tersebut akan memberikan secercah harapan dan memperkuat ekonomi asli mereka dengan menggunakan mata uang lokal. BRICS secara perlahan namun pasti memajukan agenda dedolarisasi di seluruh dunia untuk menurunkan nilai dolar AS.
Dedolarisasi merupakan proses penggantian dolar AS sebagai mata uang yang digunakan untuk perdagangan minyak dan/atau komoditas lainnya; membeli dolar AS untuk cadangan devisa; perjanjian perdagangan bilateral; dan aset berdenominasi dolar.
Baca Juga: Houthi Buru 2 Kapal Tanker Misterius di Laut Merah, Menyerangnya 3 Kali Berturut-turut
Dedolarisasi bagi negara berkembang bermanfaat untuk mencapai dan memelihara kestabilan mata uang; diversifikasi pasar ekspor dan impor; stimulasi investasi dalam mata uang rupiah; pengembangan pasar keuangan dalam negeri; penurunan risiko ekonomi dan keuangan; penguatan kedaulatan ekonomi; dan peningkatan peran regional dan internasional.
Lihat Juga :