Dampak Dedolarisasi bagi Negara Berkembang, Lepas dari Kungkungan Dolar AS
Kamis, 15 Agustus 2024 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena dedolarisasi terjadi akibat Amerika Serikat (AS) mengalami defisit neraca pembayaran, hal tersebut mengakibatkan dolar Amerika Serikat relatif bergejolak dan sensitif terhadap isu global. Negeri Paman Sam telah dilanda krisis perbankan dan dihadapkan dengan adanya potensi gagal bayar yang kemungkinan terjadi pada tanggal 1 Juni 2023 mendatang.
Mata uang yang berpotensi menggantikan dolar AS sebagai mata uang global, yakni euro; yuan China; rupee India; poundsterling Inggris, yen Jepang, mata uang BRICS dan mata uang lokal ASEAN.
Fenomena dedolarisasi terindikasi dari penurunan porsi penempatan pada mata uang dolar AS dalam portofolio cadangan devisa bank sentral global secara agregat. Berdasarkan laporan Atlantic Council, jumlah cadangan global dolar AS saat ini menurun nyaris 60% menjadi 59% di 2024. Cadangan dolar AS mencapai 72% pada 2002 dan terus menurun dalam dua dekade terakhir.
Baca Juga: Dolar Kian Terpuruk, Cadangan Devisa AS di Dunia Turun Nyaris 60%
Selama 22 tahun, dolar AS turun 13% di pasar lantaran negara-negara berkembang menjauhkan mata uang ini dari cadangan devisa mereka. Tidak mengherankan mata uang lokal anggota BRICS, yuan naik 3% selama periode yang sama. Selain itu, Euro juga telah menurun sebesar 19% dari 28% pada 2008.
Mata uang yang berpotensi menggantikan dolar AS sebagai mata uang global, yakni euro; yuan China; rupee India; poundsterling Inggris, yen Jepang, mata uang BRICS dan mata uang lokal ASEAN.
Fenomena dedolarisasi terindikasi dari penurunan porsi penempatan pada mata uang dolar AS dalam portofolio cadangan devisa bank sentral global secara agregat. Berdasarkan laporan Atlantic Council, jumlah cadangan global dolar AS saat ini menurun nyaris 60% menjadi 59% di 2024. Cadangan dolar AS mencapai 72% pada 2002 dan terus menurun dalam dua dekade terakhir.
Baca Juga: Dolar Kian Terpuruk, Cadangan Devisa AS di Dunia Turun Nyaris 60%
Selama 22 tahun, dolar AS turun 13% di pasar lantaran negara-negara berkembang menjauhkan mata uang ini dari cadangan devisa mereka. Tidak mengherankan mata uang lokal anggota BRICS, yuan naik 3% selama periode yang sama. Selain itu, Euro juga telah menurun sebesar 19% dari 28% pada 2008.
Lihat Juga :