Tak Malu Gabung BRICS, Negara Mana Saja yang Akan Meninggalkan Dolar AS?

Rabu, 21 Agustus 2024 - 19:43 WIB
loading...
A A A
Secara khusus, sistem ini akan menggunakan mata uang lokal untuk meningkatkan kolaborasi. Namun, dengan proyek BRICS yang semakin dekat, negara mana saja yang dapat memilih untuk meninggalkan dolar AS dan beralih ke sistem pembayaran ini?

Gubernur Bank Sentral Rusia Elvira Nabiullina mencatat 159 peserta asing dan 20 negara telah bergabung dengan sistem ini. Hal itu termasuk keanggotaan negara-negara BRICS saat ini, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran dan Uni Emirat Arab (UEA).

Baca Juga: 47 Negara Siap Bergabung dengan BRICS, Dolar Makin Tersisih

Pertemuan tersebut juga akan menampilkan banyak calon aliansi. Menteri Luar Negeri Afrika Selatan, Naledi Pandor mengungkapkan 34 negara telah mengirimkan pemberitahuan ketertarikan dengan BRICS mencakup negara-negara seperti Venezuela, Malaysia, Thailand, Nigeria dan lainnya yang tidak malu-malu menunjukkan ketertarikan mereka.

Seuruh negara tersebut memiliki hubungan perdagangan yang kuat. Melansir Watcher Guru, Prancis juga telah mendiskusikan hubungan persahabatan dengan negara-negara BRICS. Hal ini dapat membuka pintu bagi partisipasi mereka. Secara keseluruhan, hal ini akan berperan dalam mengurangi ketergantungan global pada dolar AS.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
Rekomendasi
Kapolri: Banyak Pejabat...
Kapolri: Banyak Pejabat Kirim WA Minta Titipan Lolos Akpol
Sidang PLK di PTUN,...
Sidang PLK di PTUN, Ahli Tegaskan Pencabutan Badan Hukum oleh Kemenkum Sudah Tepat
Saat Banyak Kreator...
Saat Banyak Kreator Bersaing Ketat, Refa Ardhi Justru Torehkan Pencapaian Besar
Berita Terkini
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Astra Masuk Daftar Tempat...
Astra Masuk Daftar Tempat Kerja Terbaik di Asia, Borong 3 Penghargaan Sekaligus
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Rupiah Melemah, Perajin...
Rupiah Melemah, Perajin Tahu Tempe Gelisah Imbas Lonjakan Harga Kedelai Impor
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved