alexametrics

Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Fluktuatif Pasca BI Turunkan Suku Bunga

loading...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Fluktuatif Pasca BI Turunkan Suku Bunga
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ini, berpotensi fluktuatif usia RDG Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan akhir pekan ini, berpotensi fluktuatif usia RDG Bank Indonesia (BI) menurunkan suku bunga acuan. Sebelumnya rupiah ditutup merangkak naik atau cenderung mendatar dari sesi tengah pekan kemarin

Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, mengatakan ada dua faktor yang membuat mata uang garuda fluktuatif. Sentimen baik dari eksternal dan internal masih akan terus membayangi pergerakan kurs rupiah yang diyakini masih akan tertekan.

"Kemungkinan akan ada dua penggerak yang bertolak belakang untuk rupiah hari ini. Rupiah masih bisa tertekan terhadap dollar AS karena pemangkasan suku bunga acuan BI kemarin dan masih adanya prospek pemangkasan ke depannya," ujar Ariston di Jakarta, Jumat (20/9/2109)



Dia menambahkan, sisi lain pelemahan tingkat imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun semalam yang juga karena pemangkasan suku bunga acuan Fed, bisa mendorong penguatan rupiah hari ini. "IDR terhadap USD berpotensi bergerak di kisaran Rp14.040 hingga Rp14.100 per USD," jelasnya.

Sebelumnya kurs rupiah versus USD pada akhir perdagangan, Kamis (19/9) kemarin ditutup merangkak naik atau cenderung mendatar dari sesi tengah pekan kemarin. Laju serupa juga terjadi pada Poundsterling yang melaju stabil saat para pelaku pasar menanti pertemuan selanjutnya Bank of England.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah naik tipis hingga menyentuh level Rp14.058/USD dari sebelumnya Rp14.060/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.055 hingga Rp14.099/USD.

Sementara melihat kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di Rp14.099/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah menyusut usai sebelumnya Rp14.080/USD.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak