Harga Minyak Dunia Terdongkrak 1 Persen Diterpa Sentimen dari AS dan Timur Tengah
Senin, 26 Agustus 2024 - 18:28 WIB
loading...
A
A
A
Bentrokan itu menimbulkan kekhawatiran bahwa perang di Gaza berisiko menjadi konflik regional yang akan menarik pendukung Hizbullah Iran dan sekutu utama Israel, Amerika Serikat, meskipun sejauh ini tidak ada produksi minyak yang terpengaruh.
"Harga minyak terus naik karena serangan akhir pekan antara Israel dan Hizbullah. Namun situasinya tampaknya sudah kembali tenang lagi, itulah sebabnya kenaikan tetap terbatas," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
Pada akhir pekan kemarin, Kedua patokan minyak naik lebih dari 2% pada hari Jumat setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mendukung dimulainya tren penurunan suku bunga.
"Prospek pelonggaran kebijakan moneter meningkatkan sentimen di seluruh kompleks komoditas," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Investor tetap berhati-hati atas sikap Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, atau OPEC+, yang memiliki rencana untuk meningkatkan produksi akhir tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.
"Harga minyak terus naik karena serangan akhir pekan antara Israel dan Hizbullah. Namun situasinya tampaknya sudah kembali tenang lagi, itulah sebabnya kenaikan tetap terbatas," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.
Pada akhir pekan kemarin, Kedua patokan minyak naik lebih dari 2% pada hari Jumat setelah Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mendukung dimulainya tren penurunan suku bunga.
"Prospek pelonggaran kebijakan moneter meningkatkan sentimen di seluruh kompleks komoditas," kata analis ANZ dalam sebuah catatan.
Investor tetap berhati-hati atas sikap Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya, atau OPEC+, yang memiliki rencana untuk meningkatkan produksi akhir tahun ini. Hal ini diungkapkan oleh Priyanka Sachdeva, analis pasar senior di Phillip Nova.
Lihat Juga :