Pemilik 6.000 Rekening Terlibat Judi Online Dibacklist Tak Bisa Lagi Pakai Layanan Keuangan
Rabu, 28 Agustus 2024 - 18:49 WIB
loading...
Nama-nama pemilik rekening yang terafiliasi dengan judi online nantinya akan dimasukkan dalam satu sistem informasi khusus yang bakal diblacklist dari penyedia jasa keuangan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Deputi Komisioner Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Rizal Ramadhani menegaskan, pihaknya bakal mengumpulkan rekening yang terafiliasi dengan judi online .
Baca Juga: Sindikat Jual Beli Rekening Judi Online di Jakbar Dikendalikan WNI dari Kamboja
Nama-nama pemilik rekening tersebut nantinya akan dimasukkan dalam satu sistem informasi khusus yang dapat diakses oleh para penyedia jasa keuangan . Sehingga jika nama rekening sudah masuk dalam daftar di sistem informasi tersebut, sudah dipastikan tidak dapat menikmati seluruh layanan jasa keuangan.
"Kami sudah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 6.000 rekening orang yang terlibat judi online. Kami berkomitmen, kami akan banned orang-orang itu yang terlibat di proses judi online tidak akan bisa menikmati seluruh layanan di sektor jasa keuangan," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Rabu (28/8/2024).
Lebih jauh, Rizal mengatakan, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan ancaman sekaligus efek jera kepada masyarakat yang masih memainkan judi online. Sebab menurutnya, kehadiran judi online tersebut berdampak sektor perekonomian, sosial, dan budaya di masyarakat.
Baca Juga: Sindikat Jual Beli Rekening Judi Online di Jakbar Dikendalikan WNI dari Kamboja
Nama-nama pemilik rekening tersebut nantinya akan dimasukkan dalam satu sistem informasi khusus yang dapat diakses oleh para penyedia jasa keuangan . Sehingga jika nama rekening sudah masuk dalam daftar di sistem informasi tersebut, sudah dipastikan tidak dapat menikmati seluruh layanan jasa keuangan.
"Kami sudah melakukan pemblokiran terhadap lebih dari 6.000 rekening orang yang terlibat judi online. Kami berkomitmen, kami akan banned orang-orang itu yang terlibat di proses judi online tidak akan bisa menikmati seluruh layanan di sektor jasa keuangan," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Kominfo, Rabu (28/8/2024).
Lebih jauh, Rizal mengatakan, langkah tersebut diharapkan mampu memberikan ancaman sekaligus efek jera kepada masyarakat yang masih memainkan judi online. Sebab menurutnya, kehadiran judi online tersebut berdampak sektor perekonomian, sosial, dan budaya di masyarakat.
Lihat Juga :