alexametrics

Fintech Mengubah Pola Bisnis Global di Era Digital

loading...
Fintech Mengubah Pola Bisnis Global di Era Digital
Rektor BRI Institute Dana Santoso (kanan) dalam kuliah umum bertema Menjadi Inovatif untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan Fintech di BRI Institut, Jakarta. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kemajuan teknologi informasi telah mentransformasi pola bisnis global, termasuk sistem pembayaran. Hadirnya Financial Technology (fintech) telah meluncurkan berbagai kemudahan dalam bertransaksi. Bahkan kecepatan dan ketepatan bertransaksi pun dirasakan.

Rektor BRI Institute, Dana Santoso, mengatakan fenomena model pergeseran bertransaksi itu terlihat dalam data Bank Indonesia tahun 2019, yang memperlihatkan pertumbuhan transaksi digital meningkat signifikan.

Transaksi digital dari tahun ke tahun tumbuh 121%, baik transaksi digital antar bank maupun nonperbankan. Data Bank Indonesia mencatat pertumbuhan transaksi berbasis digital tahun 2018 mencapai Rp22,4 miliar.



Kemudian, tahun 2019 naik menjadi Rp26,5 miliar. Angka ini diprediksi terus meningkat pada tahun mendatang.

"Kenyataan menunjukkan penggunaan transaksi non-tunai semakin meningkat. Tren penggunaan uang kartal pun semakin berkurang. Ini berarti model layanan perbankan perlu pembenahan lebih baik," kata Dana dalam Kuliah Umum bertema Menjadi Inovatif untuk Menjadi Pemimpin Masa Depan Fintech, Jumat (4/10/2019).

Menurutnya, penggeseran transaksi ini tidak semata didorong pada laju teknologi informasi yang pesat tetapi juga terjadi perubahan budaya bertransaksi di kalangan generasi milenial yang menyenangi kemudahan, kecepatan, dan ketepatan.

"BRI Institute mengeluarkan model transaksi digital yang memberikan keamanan dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen," paparnya.

Pola tersebut, menurutnya, perlu terbangun didalam sistem pendidikan di Institute BRI yang mendukung perlunya menjadi profesional yang mampu menjawab tantangan perbankan era digital sekaligus menghadirkan model layanan keuangan atau transaksi yang lebih baik.

Ditempat yang sama, Ketua LLDIKTI Wilayah III, M Samsuri menuturkan, kehadiran BRI Institute ini punya bekal yang besar. Tepat menjadi pendidikan yang vokasional atau pendidikan yang bisa memiliki skill yang baik itu harus punya kolaborasi dengan pasar atau industri.

"BRI Institute ini kan punya cikal-bakalnya industri dengan sekitar 30-an lebih anak perusahaan. Ini kan bisa menjadi potensi untuk melakukan kerja sama sebelum benar-benar lepas ke dalam pasar," kata Samsuri.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak