Jelang Akhir Kuartal III, Fintech Lending Ini Sudah Salurkan Pinjaman Rp5,7 Triliun
Selasa, 03 September 2024 - 10:19 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Punya Dirut Baru, Kredit Pintar Ingin Tingkatkan Literasi Keuangan
"Sehingga dapat lebih memahami tingkat risiko dan manfaat fintech lending serta tidak mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai dengan kemampuan,” papar Puji mengenai tujuan diadakannya Kelas Pintar Bersama.
Berkaitan dengan tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia, OJK baru-baru ini merilis Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang dilakukan untuk mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan penduduk Indonesia sebagai landasan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan ke depan.
SNLIK tahun 2024 menggunakan parameter literasi keuangan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku, sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan (usage) terhadap produk dan layanan keuangan. Penggunaan parameter ini sesuai dengan indikator yang digunakan dalam OECD/INFE International Survey of Financial Literacy.
Hasil SNLIK tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%. SNLIK tahun 2024 menjadi salah satu faktor utama bagi OJK dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun kebijakan, strategi, dan merancang produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan konsumen dalam rangka meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Head of Risk Policy & Procedure Kredit Pintar, R. Ary Mulyono turut menambahkan, “Sejalan dengan misi OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, maka Kredit Pintar senantiasa berkomitmen memberikan dukungan melalui Kelas Pintar Bersama yang hingga saat ini telah diselenggarakan baik secara online maupun offline selama 2022-2024 telah menjangkau lebih dari 1850 peserta di 28 kota yang terdiri dari mahasiswa, blogger, UMKM hingga masyarakat umum.”
"Sehingga dapat lebih memahami tingkat risiko dan manfaat fintech lending serta tidak mudah terjebak dalam penipuan atau pinjaman yang tidak sesuai dengan kemampuan,” papar Puji mengenai tujuan diadakannya Kelas Pintar Bersama.
Berkaitan dengan tingkat literasi keuangan penduduk Indonesia, OJK baru-baru ini merilis Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK yang dilakukan untuk mengukur indeks literasi dan inklusi keuangan penduduk Indonesia sebagai landasan program peningkatan literasi dan inklusi keuangan ke depan.
SNLIK tahun 2024 menggunakan parameter literasi keuangan yang terdiri dari pengetahuan, keterampilan, keyakinan, sikap, dan perilaku, sementara indeks inklusi keuangan menggunakan parameter penggunaan (usage) terhadap produk dan layanan keuangan. Penggunaan parameter ini sesuai dengan indikator yang digunakan dalam OECD/INFE International Survey of Financial Literacy.
Hasil SNLIK tahun 2024 menunjukkan indeks literasi keuangan penduduk Indonesia sebesar 65,43%, sementara indeks inklusi keuangan sebesar 75,02%. SNLIK tahun 2024 menjadi salah satu faktor utama bagi OJK dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun kebijakan, strategi, dan merancang produk dan layanan keuangan yang sesuai kebutuhan dan kemampuan konsumen dalam rangka meningkatkan kesejahteraan penduduk.
Head of Risk Policy & Procedure Kredit Pintar, R. Ary Mulyono turut menambahkan, “Sejalan dengan misi OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, maka Kredit Pintar senantiasa berkomitmen memberikan dukungan melalui Kelas Pintar Bersama yang hingga saat ini telah diselenggarakan baik secara online maupun offline selama 2022-2024 telah menjangkau lebih dari 1850 peserta di 28 kota yang terdiri dari mahasiswa, blogger, UMKM hingga masyarakat umum.”
Lihat Juga :