Joko Supriyono Rilis Buku Tantangan dan Strategi Industri Sawit Berkelanjutan
Kamis, 05 September 2024 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Kantongi HGU, Lahan Sawit Anggota Gapki Tidak Ada yang Berstatus Hutan
Menurut dia kepiawaian Joko Supriyono menjabarkan industri kelapa sawit telah mencakup berbagai aspek. Dia menilai buku ini juga berisi tinjauan historis tentang perkembangan kelapa sawit di Indonesia dari waktu ke waktu. "Proses warning tentang masa depan sawit yang diusung buku ini menurut saya sangat baik," jelasnya.
Pentingnya peluncuran buku ini pun mendapatkan perhatian oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yang menjadi salah satu penerbit terbesar di Indonesia yang berada di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia.
Penerbitan buku Joko Supriyono berjudul Masih Berjayakah Sawit Indonesia Menghadapi Tantangan Sustainability Global pun didukung oleh PT Astra Agro Lestari Tbk, BPDP-KS, SinarMmas, First Resources, Musim Mas, Wilmar, Asian Agri dan PT Unggul Widya Teknologi, PT Triputra Agro Persada Tbk, dan PT Bahruny.
Profil
Joko Supriyono, lahir di Nganjuk, 20 Mei 1962, adalah lulusan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1986. Dia berkarier selama lebih dari 38 tahun di dunia perkebunan kelapa sawit, baik di BUMN (PT Perkebunan Nusantara II) maupun di perusahaan swasta (PT Astra Agro Lestari, Tbk). Selama kariernya, dia menangani berbagai bidang, dari operasional, komunikasi, hingga social responsibility dan sustainability.
Mengawali karier sebagai management trainee (MT) hingga menempati posisi tertinggi sebagai Wakil President Direktur di salah perusahaan kelapa sawit swasta terbesar di negeri kiprahnya memberikan pengalaman dalam advokasi kebijakan sektor industri sawit melalui organisasi Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), antara lain pernah menjadi Ketua Gapki Cabang Riau (2002–2005), Sekretaris Jenderal Gapki Pusat (2009– 2015), dan Ketua Umum Gapki Pusat (2015–2023). Dia juga menjadi anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) periode 2015–2020 dan 2020–sekarang.
Menurut dia kepiawaian Joko Supriyono menjabarkan industri kelapa sawit telah mencakup berbagai aspek. Dia menilai buku ini juga berisi tinjauan historis tentang perkembangan kelapa sawit di Indonesia dari waktu ke waktu. "Proses warning tentang masa depan sawit yang diusung buku ini menurut saya sangat baik," jelasnya.
Pentingnya peluncuran buku ini pun mendapatkan perhatian oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yang menjadi salah satu penerbit terbesar di Indonesia yang berada di bawah payung Kelompok Kompas Gramedia.
Penerbitan buku Joko Supriyono berjudul Masih Berjayakah Sawit Indonesia Menghadapi Tantangan Sustainability Global pun didukung oleh PT Astra Agro Lestari Tbk, BPDP-KS, SinarMmas, First Resources, Musim Mas, Wilmar, Asian Agri dan PT Unggul Widya Teknologi, PT Triputra Agro Persada Tbk, dan PT Bahruny.
Profil
Joko Supriyono, lahir di Nganjuk, 20 Mei 1962, adalah lulusan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, 1986. Dia berkarier selama lebih dari 38 tahun di dunia perkebunan kelapa sawit, baik di BUMN (PT Perkebunan Nusantara II) maupun di perusahaan swasta (PT Astra Agro Lestari, Tbk). Selama kariernya, dia menangani berbagai bidang, dari operasional, komunikasi, hingga social responsibility dan sustainability.
Mengawali karier sebagai management trainee (MT) hingga menempati posisi tertinggi sebagai Wakil President Direktur di salah perusahaan kelapa sawit swasta terbesar di negeri kiprahnya memberikan pengalaman dalam advokasi kebijakan sektor industri sawit melalui organisasi Gapki (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia), antara lain pernah menjadi Ketua Gapki Cabang Riau (2002–2005), Sekretaris Jenderal Gapki Pusat (2009– 2015), dan Ketua Umum Gapki Pusat (2015–2023). Dia juga menjadi anggota Dewan Pengawas Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) periode 2015–2020 dan 2020–sekarang.
(nng)
Lihat Juga :