Hubungan China-Rusia Mulai Retak, Tolak 80% Pembayaran dalam Rubel
Sabtu, 07 September 2024 - 07:32 WIB
loading...
A
A
A
Sanksi baru AS telah menimbulkan perpecahan antara negara-negara BRICS, China dan Rusia sehingga semakin sulit untuk memulai bisnis dengan rubel. Menurut sumber, bank-bank China sengaja menunda penerimaan pembayaran dalam rubel Rusia. Bank menahan pembayaran selama berminggu-minggu menyebabkan pengirim membatalkan pembayaran atau akhirnya menolaknya.
Sumber mengatakan bahwa bank tidak memberikan alasan atas penolakan tersebut sehingga rubel Rusia tidak dapat masuk ke negara tersebut. Penolakan ini terjadi pada saat anggota BRICS ingin memperdagangkan rubel dan yuan.
"Ini bukan kabar baik bagi pasar Rusia," kata seorang sumber kepada Kommersant. "Akan ada biaya tambahan, baik dari segi waktu maupun biaya proses pembayaran," kata sumber tersebut, dikutip dari WatcherGuru, Sabtu (6/9/2024).
Baca Juga: Impor Komponen Perang dari India, Begini Cara Rusia Kelabuhi AS
Sebab itu, Rusia harus menanggung biaya pemrosesan pembayaran bahkan setelah penolakan rubel. Penolakan pembayaran akan segera melampaui sektor perbankan. Hal ini akan melampaui sektor perbankan, sehingga negara semakin tidak mempunyai kendali atas sektor tersebut dapat menimbulkan peningkatan risiko penipuan.
Sumber mengatakan bahwa bank tidak memberikan alasan atas penolakan tersebut sehingga rubel Rusia tidak dapat masuk ke negara tersebut. Penolakan ini terjadi pada saat anggota BRICS ingin memperdagangkan rubel dan yuan.
"Ini bukan kabar baik bagi pasar Rusia," kata seorang sumber kepada Kommersant. "Akan ada biaya tambahan, baik dari segi waktu maupun biaya proses pembayaran," kata sumber tersebut, dikutip dari WatcherGuru, Sabtu (6/9/2024).
Baca Juga: Impor Komponen Perang dari India, Begini Cara Rusia Kelabuhi AS
Sebab itu, Rusia harus menanggung biaya pemrosesan pembayaran bahkan setelah penolakan rubel. Penolakan pembayaran akan segera melampaui sektor perbankan. Hal ini akan melampaui sektor perbankan, sehingga negara semakin tidak mempunyai kendali atas sektor tersebut dapat menimbulkan peningkatan risiko penipuan.
(nng)
Lihat Juga :