Trump Ancam Kenakan Tarif 100% ke Negara yang Tinggalkan Dolar
Senin, 09 September 2024 - 23:18 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini tentu menambah urgensi pada pesan ekonomi kampanye Trump. Meskipun dominasi dolar perlahan menurun, dolar masih menyumbang 59% dari cadangan devisa resmi pada awal 2024, menurut International Monetary Fund (IMF). Euro adalah mata uang terdekat berikutnya, yang menguasai hampir 20%, sebagaimana dilaporkan oleh TOI.
Dalam beberapa tahun terakhir, dari Brasil hingga Asia Tenggara, negara-negara telah menyerukan agar perdagangan dilakukan dalam mata uang selain dolar AS.
Sementara itu, Partner and Chief Economist at GROW Investment Hao Hong menilai penerapan tarif 100% itu akan sama-sama berdampak buruk bagi AS dan saingan ekonomi terbesarnya, China.
"Karena sektor ekspor Tiongkok sangat kompetitif, sektor ini menjadi kekuatan pendorong dalam menurunkan inflasi global," kata Hong dilansir dari CNBC
"Jika Anda mengenakan tarif 100% pada ekspor Tiongkok, misalnya, orang hanya dapat membayangkan seberapa tinggi inflasi AS nantinya," katanya, seraya menambahkan bahwa sebagian besar defisit perdagangan AS akan beralih ke sekutu seperti Meksiko dan Kanada.
Dalam beberapa tahun terakhir, dari Brasil hingga Asia Tenggara, negara-negara telah menyerukan agar perdagangan dilakukan dalam mata uang selain dolar AS.
Sementara itu, Partner and Chief Economist at GROW Investment Hao Hong menilai penerapan tarif 100% itu akan sama-sama berdampak buruk bagi AS dan saingan ekonomi terbesarnya, China.
"Karena sektor ekspor Tiongkok sangat kompetitif, sektor ini menjadi kekuatan pendorong dalam menurunkan inflasi global," kata Hong dilansir dari CNBC
"Jika Anda mengenakan tarif 100% pada ekspor Tiongkok, misalnya, orang hanya dapat membayangkan seberapa tinggi inflasi AS nantinya," katanya, seraya menambahkan bahwa sebagian besar defisit perdagangan AS akan beralih ke sekutu seperti Meksiko dan Kanada.
Lihat Juga :