Rusia Ungkap Alasan Banyak Negara Gabung BRICS: Mereka Lelah dengan AS

Selasa, 10 September 2024 - 09:53 WIB
loading...
Rusia Ungkap Alasan...
Para petinggi BRICS dalam pertemuan di Xiamen International Conference and Exhibition Center, China. FOTO/China Today
A A A
JAKARTA - Rusia mengungkapkan alasan banyak negara bergabung dengan BRICS, karena mereka bosan dengan agresi tersembunyi dan agresi yang terkadang terbuka dari AS sehingga mencari bentuk-bentuk kerja sama yang baru. Hal itu diungkapkan juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova.

Moskow awal pekan ini mengkonfirmasi, Turki telah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS sebagai negara NATO pertama, yang mencari keanggotaan dalam aliansi ekonomi non-Barat. Lebih dari 30 negara sejauh ini telah mengajukan permohonan untuk menjadi bagian dari kelompok ini, yang saat ini beranggotakan 10 negara, termasuk Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Kim Jong-un Bakal Tingkatkan Jumlah Bom Nuklir Korut untuk Melawan AS

Mengomentari kantor berita TASS tentang mengapa berbagai negara bersedia bergabung dengan BRICS, Zakharova mengatakan bahwa dunia sudah lelah dengan serangan Amerika dan memilih bentuk hubungan yang berbeda.

"Negara-negara ingin terus membangun hubungan berdasarkan prinsip-prinsip hukum internasional, tetapi karena Washington, seperti seorang maniak dari film Hollywood, menghancurkan segalanya dengan mesin pemotong rumput, gergaji, atau semacam kapak, dunia dipaksa untuk mencari bentuk-bentuk interaksi yang baru,” jelasnya dilansir dari Russia Today, Selasa (10/9/2024).

Bentuk-bentuk ini adalah seperti BRICS, tetapi bukan NATO, menurut diplomat Rusia itu. Ajudan presiden Rusia Yury Ushakov mengkonfirmasi laporan media sebelumnya bahwa Turki telah secara resmi mengajukan permohonan untuk bergabung dengan BRICS dan menambahkan bahwa negara-negara anggota kelompok ini akan mempertimbangkan tawaran tersebut.

Baca Juga: Soal Keputusan Indonesia Gabung BRICS, Menlu Retno: Ada di Tangan Prabowo

Menurut pejabat tersebut, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah menerima undangan Moskow untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS bulan depan di Kota Kazan, Rusia. Rusia saat ini mengetuai organisasi ini.

BRICS didirikan pada 2006 oleh Brasil, Rusia, India, dan China, dengan Afrika Selatan bergabung pada tahun 2011. Kelompok ini diperluas tahun ini ketika Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menjadi anggota penuh
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
24 Negara Pembeli Minyak...
24 Negara Pembeli Minyak Terbesar AS, Cek Posisi Indonesia
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Rekomendasi
Bintang Piala Dunia...
Bintang Piala Dunia 2026 Elye Wahi Diduga Terlibat Pengaturan Skor
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Timwas Sebut Presiden...
Timwas Sebut Presiden Prabowo Ingin Antrean Haji Dipangkas Lagi
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved