Relaksasi PPN Gairahkan Pasar Properti di 2024
Selasa, 10 September 2024 - 15:31 WIB
loading...
A
A
A
Selain insentif PPN-DTP dan LTV 100%, tentunya insentif baru perlu mempertimbangkan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama terkait daya beli properti. Misalnya, suku bunga yang terus meningkat dibandingkan tahun 2020-2022 bisa berdampak pada peningkatan biaya cicilan setiap bulannya bagi pembeli yang menggunakan cara bayar KPR.
"Insentif dan kebijakan baru terkait pembiayaan yang semakin membantu atau meringankan masyarakat yang ingin membeli rumah tentunya akan sangat berdampak baik untuk masyarakat maupun industri properti secara keseluruhan," jelasnya.
Faktor Pembelian Properti
Dalam riset Rumah123 terdapat pertumbuhan permintaan rumah yang dijual lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan permintaan sewa sepanjang semester I 2024, sehingga terdapat pergeseran tren dibandingkan dengan tahun 2022-2023.
Hal ini mengindikasikan terjadi pergeseran dari masyarakat yang tadinya menyewa rumah mulai mempertimbangkan untuk melakukan pembelian rumah, dikarenakan beberapa alasan, misalnya, kebutuhan tempat tinggal yang permanen dan dapat dimiliki, daya beli yang semakin meningkat, kebutuhan personal (seperti, sudah memiliki anak sehingga tak dapat lagi berpindah-pindah rumah), menemukan rumah yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan, dan lainnya.
Bharat menilai faktor yang menjadi pertimbangan utama dalam pembelian properti adalah pembiayaan, mengingat cara bayar KPR merupakan cara bayar yang mendominasi di kalangan masyarakat Indonesia. Kemudian biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan calon pembeli menggunakan cara bayar KPR sering kali menjadi tantangan tersendiri, dan menjadi salah satu faktor penentu dalam keputusan untuk membeli rumah.
Di sisi lain, bagi pembeli yang membutuhkan rumah siap huni dan berencana membeli rumah seken cenderung berbeda, dikarenakan biaya awal yang harus dikeluarkan untuk membeli rumah seken lebih tinggi, misalnya DP minimal yang harus disiapkan 10% dan biaya akad KPR yang dapat mencapai 3-5% dari harga rumah.
"Insentif dan kebijakan baru terkait pembiayaan yang semakin membantu atau meringankan masyarakat yang ingin membeli rumah tentunya akan sangat berdampak baik untuk masyarakat maupun industri properti secara keseluruhan," jelasnya.
Faktor Pembelian Properti
Dalam riset Rumah123 terdapat pertumbuhan permintaan rumah yang dijual lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan permintaan sewa sepanjang semester I 2024, sehingga terdapat pergeseran tren dibandingkan dengan tahun 2022-2023.
Hal ini mengindikasikan terjadi pergeseran dari masyarakat yang tadinya menyewa rumah mulai mempertimbangkan untuk melakukan pembelian rumah, dikarenakan beberapa alasan, misalnya, kebutuhan tempat tinggal yang permanen dan dapat dimiliki, daya beli yang semakin meningkat, kebutuhan personal (seperti, sudah memiliki anak sehingga tak dapat lagi berpindah-pindah rumah), menemukan rumah yang ideal dan sesuai dengan kebutuhan, dan lainnya.
Bharat menilai faktor yang menjadi pertimbangan utama dalam pembelian properti adalah pembiayaan, mengingat cara bayar KPR merupakan cara bayar yang mendominasi di kalangan masyarakat Indonesia. Kemudian biaya-biaya lain yang harus dikeluarkan calon pembeli menggunakan cara bayar KPR sering kali menjadi tantangan tersendiri, dan menjadi salah satu faktor penentu dalam keputusan untuk membeli rumah.
Di sisi lain, bagi pembeli yang membutuhkan rumah siap huni dan berencana membeli rumah seken cenderung berbeda, dikarenakan biaya awal yang harus dikeluarkan untuk membeli rumah seken lebih tinggi, misalnya DP minimal yang harus disiapkan 10% dan biaya akad KPR yang dapat mencapai 3-5% dari harga rumah.
Lihat Juga :