alexametrics

Mentan Targetkan dalam Setahun Rawan Pangan Teratasi

loading...
Mentan Targetkan dalam Setahun Rawan Pangan Teratasi
Kementan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi rawan pangan di sejumlah daerah. Foto/Ilustrasi/Dok.SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) dalam tiga bulan ke depan akan memastikan ketersediaan pangan di 88 kabupaten yang dinilai rentan rawan pangan. Target selanjutnya, dalam setahun pemerintah menjamin rawan pangan dapat teratasi.

Kementan telah menyusun program untuk mengentaskan rawan pangan di 88 kabupaten atau sekitar 17,1% wilayah Indonesia yang dinilai masih rentan.
"Target pertama itu makannya. Bagaimana agar mereka lebih siap dari apa yang ada karena itu tugas kita di Kementan," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
Kementan, tegas dia, akan memastikan ketersediaan lahan untuk ditanami tanaman pangan. Untuk itu diperlukan pengukuran dan pemetaan kontur tanah sehingga pihaknya bisa menentukan langkah intervensi selanjutnya.

"Akhirnya dengan kemandirian mereka bisa. Makanya tidak bisa tingkat pusat saja, tapi para bupati, kepala desa, gubernur, camat. Itu kalau kita mau berhasil," ucapnya.



Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi menambahkan, dalam rangka menangani daerah rentan rawan pangan ini, Kementan telah memiliki program-program intervensi. Salah satunya, pengembangan kawasan rumah pangan lestari.

"Setiap tahunnya kita mengembangkan 2.300 titik kawasan Rumah Pangan Lestari yamg utamanya diikuti keluarga kelompok tani Indonesia," kata dia.

Selanjutnya, dengan mengembangkan koperasi usaha tani juga menjadi langkah pemerintah mengentaskan daerah rentan rawan pangan. Pasalnya, pendapatan usaha yang kecil juga menjadi penyebab masyarakat di daerah kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya.

Kemudian, pengembangan industri pangan lokal dan beberapa upaya lain bernama lumbung pangan masyarakat. Program lumbung pangan masyarakat ini sudah pernah dilakukan Kementan dan tahun depan akan digenjot lebih kencang lagi.

"Sekarang ada sekitar 3.000 lumbung pangan masyarakat tapi tidak semuanya hidup. Artinya ada yang hidup, ada yang mati, ada yang koma, ada yang mati beneran. Ini akan kita benahi lagi secara bertahap lumbung pangan masyarakat," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak