alexametrics

Sri Mulyani Akui Target Penerimaan Negara Kembali Meleset

loading...
Sri Mulyani Akui Target Penerimaan Negara Kembali Meleset
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, mengakui bahwa target penerimaan negara kembali meleset. Menurut Sri Mulyani, salah satu penyebab melesetnya target penerimaan negara adalah pelemahan ekonomi global yang ikut menekan Indonesia.

Sri Mulyani mengatakan ketidakpastian ekonomi global telah berdampak negatif kepada sektor industri di dalam negeri. Padahal industri merupakan salah satu penyetor besar penerimaan negara.

"Kalau kita lihat sektor industri mengalami pelemahan. Bahkan industri manufaktur mengalami pertumbuhan negatif dari sisi penerimaan pajak. Kalau perusahaan mengalami tekanan maka penerimaan mereka menurun, sehingga pembayaran pajak mereka juga akan menurun," terang Sri Mulyani dalam rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).



Hanya saja, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini tidak menyebutkan angka penerimaan negara yang sudah dikumpulkan pemerintah hingga saat ini.

Hingga Agustus 2019, penerimaan negara mencapai Rp1.189,28 triliun atau setara dengan 54,93% dari target penerimaan negara di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar Rp2.165,1 triliun.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, hingga akhir September 2018, realisasi penerimaan pajak dari industri pengolahan turun 3,2 persen menjadi Rp 245,6 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Realisasi penerimaan pajak dari sektor konstruksi dan real estat turun 1,2% atau menjadi Rp56,2 triliun. Selanjutnya, sektor pertambangan paling parah, dengan turun 20,6% menjadi Rp43,2 triliun. Sedangkan sektor perdagangan menyetor Rp 76,2 triliun atau melambat 2,8%

Kemudian sektor jasa keuangan dan asuransi melambat 4,9% menjadi Rp120,6 triliun. Hanya sektor transportasi yang penerimaannya tumbuh 18,9% menjadi Rp36,3 triliun.

Penerimaan negara semakin seret setelah PNBP juga mengalami penurunan yang cukup besar yakni 9,5% hingga akhir September 2019. Setoran PNBP SDA Nonmigas juga mengalami penurunan 9,2%. Padahal di akhir September 2018, sektor ini tumbuh hingga 53,9% (yoy).

Sri Mulyani menambahkan ketidakpastian global juga memberikan dampak terhadap aliran modal baik jangka pendek dan menengah masuk ke Indonesia dan juga neraca perdagangan.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak