Progres Pembangunan Proyek 35.000 MW PLN Berjalan Positif

Kamis, 27 Agustus 2020 - 12:28 WIB
loading...
Progres Pembangunan...
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, beberapa waktu lalu. Foto: Dokumen PLN
A A A
JAKARTA - PLN memastikan seluruh sistem kelistrikan di Indonesia dalam kondisi cukup dan andal. Ketersediaan pasokan listrik ini didukung oleh beroperasinya pembangkit listrik dari program 35.000 megawatt (MW).

PLN mencatat progress proyek pembangunan pembangkit 35.000MW yang telah beroperasi mencapai 8.382 MW, untuk proyek yang telah memasuki tahap konstruksi sebesar 19.067 MW sedang dalam proses konstruksi.

Baca juga: Amankan Pasokan Batu Bara, PLN Caplok Perusahaan Tambang

“Sebagian besar sudah dalam tahap konstruksi. Proyek yang sudah terkontrak namun belum mulai proses pembangunan mencapai 6.528 MW,” jelas Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR RI , Selasa (25/8/2020).

Sementara yang dalam tahap perencanaan dan pengadaan sebesar 1.563 MW atau sekitar 2%.

Progress tersebut terdiri dari pembangkit yang dibangun oleh PLN dan produsen listrik swasta (independent power producer/IPP).

Sedangkan untuk progres pembangkit program 7.000 MW. Total seluruh Indonesia sebesar 7.458 MW sudah dilakukan commercial operating date (COD)/sertifikat layak operasi (SLO)/ komisioning. Sementara sebesar 458 MW masih dalam proses konstruksi.

"Capaian ini merupakan kinerja nyata seluruh insan PLN di lapangan, dan juga tidak terlepas dari bantuan seluruh stake holder terkait," Imbuh Zulkifli.

Sesuai dengan RUPTL 2019-2028, akan ada penambahan pembangkit sebesar 56,4 GW di mana porsi PLN adalah 28%, IPP murni 43%, kerja sama IPP dan AP 17%, sisanya adalah wilayah usaha dan unallocated. Sesuai dengan RUPTL 2019-2028, penambahan pembangkit sebesar 56,4 GW tersebut porsi PLTU adalah 48%, porsi PLTG/MG/GU adalah sebesar 22%, dan total pembangkit EBT sebesar 30%. program 35.000 MW dan 7.000 MW direncanakan selesai pada tahun 2023.

Selain itu, PLN juga terus membangun jaringan transmisi dan distribusi guna menyalurkan listrik dari pembangkit ke pelanggan. Hingga akhir semester 1 tahun 2020, jaringan transmisi khususnya untuk evakuasi daya pembangkit yang telah beroperasi mengalami peningkatan sepanjang 950,9 kilometer sirkuit (kms), dan penambahan kapasitas gardu induk sebesar 2.890 mega volt ampere (MVA).

Dalam proses pembangunan transmisi, tantangan terbesar yang dihadapi PLN adalah proses pembebasan lahan. Selain itu, adanya pandemi COVID-19 juga membuat penyediaan material utama transmisi terhambat.

Baca juga: Bangun Jaringan Transmisi Punagaya-Tanjung Bunga, PLN Manfaatkan Drone

“Terkait permasalahan lahan kami terus berkoordinasi dengan stakeholder seperti BPN dan Kejaksaan untuk menyelesaikan masalah lahan tersebut,” tutup Zulkifli.

Sementara di sisi jaringan distribusi, khususnya untuk melistriki wilayah terpencil, tantangannya adalah kondisi geografi dan akses yang sulit membuat pengiriman material menjadi lebih sulit dilakukan. Meskipun demikian, PLN terus berkomitmen untuk melistriki seluruh pelosok nusantara.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PLN Hadirkan Listrik...
PLN Hadirkan Listrik Gratis bagi Masyarakat Kurang Mampu di Siantan
Kontrak Batu Bara Baru...
Kontrak Batu Bara Baru 144 Juta Ton, ESDM Minta PLN Percepat Pengiriman ke PLTU
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Mitigasi Risiko Blackout,...
Mitigasi Risiko Blackout, Diversifikasi Energi Jadi Strategi Ketahanan Listrik
Tarif Listrik Tidak...
Tarif Listrik Tidak Naik hingga September 2026, Dirut PLN Bicara soal Pasokan
Cegah Pemadaman Listrik...
Cegah Pemadaman Listrik Bergilir, PLTU Bakal Dimodif Bisa Pakai Batu Bara Kalori Rendah
Desak Beri Kompensasi...
Desak Beri Kompensasi Akibat Mati Listrik Bergilir, DPR: Jangan Tiap Masalah Rakyat Diminta Sabar
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Nestapa Siswi SD di...
Nestapa Siswi SD di Sukabumi, Sudah Belajar 6 Bulan tapi Gagal Tuntaskan Ujian Olimpiade karena Listrik Mati
Rekomendasi
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
Ditangkap Pasukan Indonesia,...
Ditangkap Pasukan Indonesia, Ulama Palestina Sheikh Miqdad Dituduh Rencanakan Pengeboman 7 Negara
Berita Terkini
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Jelang Mandatori SAF...
Jelang Mandatori SAF 1% di 2027, Pertamina Patra Niaga Percepat Ekosistem
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
AS Gempur Iran 12 Malam...
AS Gempur Iran 12 Malam Beruntun & Houthi Tembak Tanker Saudi, Harga Minyak Dunia Tembus USD96/Barel
Purbaya Bebaskan Bea...
Purbaya Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Komponen Pesawat Udara
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
Infografis
Jadwal Pembelian Token...
Jadwal Pembelian Token Listrik PLN Diskon 50 Persen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved