alexametrics

Wishnutama Sebut Kantor Kemenparekraf Mirip Diskotek, Tak Ada Kearifan Lokal

loading...
Wishnutama Sebut Kantor Kemenparekraf Mirip Diskotek, Tak Ada Kearifan Lokal
Menparekraf Wishnutama berencana mengubah konsep kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekfraf) yang menurutnya mirip diskotik. Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama (Menparekraf) Wishnutama berencana mengubah konsep kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekfraf). Pasalnya, dia mengaku heran dengan Kantor Kementerian Pariwisata yang sama sekali tidak menggambarkan sebagai kantor lembaga pariwisata.

Hal itu dilihatnya saat pertama kali dirinya dilantik sebagai Menteri dan langsung menuju kantor dirinya heran mengapa kantornya terlihat seperti diskotek. Karena bangunannya yang dipenuhi besi-besi modern dan justru menghilangkan kearifan lokalnya.

"Saya waktu serah terima jabatan sebagai Menteri, pas masuk lobinya heran kok besi semua. Ini pariwisata atau apa? Kok kaya diskotek. Saya jadi bingung ini apa," ujar Wishnutama dalam sebuah diskusi di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).



Dia pun memuji Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang memiliki kantor yang asri. Kantor yang dimiliki oleh Menteri Basuki mencirikan sekali identitas dari Kementeriannya. "Saya jeles (iri) sama Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, wilayahnya asri sejuk banget," ucapnya.

Hal ini menurutnya berbeda dengan kantornya yang justru lebih terlihat terlalu modern dan mengurangi esensi lokal dalam kontennya. Ditambah lagi, kantor Kemenparekfraf juga seringkali menjadi spot demo masyarakat karena berada berdekatan dengan Monumen Nasional (Monas) dan Istana Kepresidenan.

Lebih lanjut Wishnutama menekankan dirinya, bukan melarang kantor yang modern akan tetapi harus dipadukan dengan kearifan lokal sehingga bisa terlihat lebih bagus dan menarik. "Jadi ini harus dari segala macam, tidak melulu harus masif (modern semua), (harus) ada tawaran yang berbeda," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak